Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Masjid Agung Nur Sulaiman, Jejak Gema Azan Empat Abad di Banyumas Lama

Masjid Agung Nur Sulaiman, Jejak Gema Azan Empat Abad di Banyumas Lama

masjid-agung-nur-sulaiman,-jejak-gema-azan-empat-abad-di-banyumas-lama
Masjid Agung Nur Sulaiman, Jejak Gema Azan Empat Abad di Banyumas Lama
service

Di sebelah barat Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, berdiri sebuah masjid yang usianya sudah lebih dari 400 tahun. Namanya Masjid Agung Nur Sulaiman, sebelumnya lebih dikenal sebagai Masjid Agung Banyumas sebelum berganti nama pada 1992.

Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Bupati Banyumas Yudhonegoro III, tidak lama setelah pembangunan pendopo Bale Sipanji sekitar tahun 1755, saat ibu kota kabupaten masih berada di Banyumas sebelum kemudian dipindah ke Purwokerto.

Pemilihan lokasi masjid ini bukan tanpa perhitungan. Dalam tata letak kota pemerintahan Jawa pada masa lalu, pendopo kabupaten selalu menghadap ke selatan, masjid dibangun di sisi barat atau kanan pendopo sebagai lambang kebaikan dan tempat mengingat Sang Pencipta, sedangkan di sisi timur atau kiri dibangun pengadilan dan penjara. Susunan filosofis seperti ini masih bisa dibaca di kawasan Banyumas lama sampai sekarang.

Masjid ini terdaftar sebagai cagar budaya Jawa Tengah sejak 2004 dengan nomor registrasi dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah, serta dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Sekilas Mengenai Masjid Agung Nur Sulaiman

Masjid ini merupakan peninggalan Kyai Nurdaiman Demang Gumelem I, yang menjadi juru dakwah pertama ketika masjid ini didirikan. Bangunannya berbentuk limasan, gaya arsitektur khas Banyumas yang tidak banyak dijumpai pada masjid-masjid tua di tempat lain.

Satu hal yang langsung menarik perhatian para peneliti dan akademisi yang datang ke sini adalah atap mihrab atau ruang imam yang terpisah dari atap bangunan utama.

Pada umumnya atap mihrab menyatu dengan bangunan utama, tetapi di Masjid Agung Nur Sulaiman keduanya berdiri dengan atap tersendiri. Di bagian atas atap bangunan utama dan mihrab terdapat mustaka berbentuk gada, meskipun mustaka yang sekarang terpasang adalah pengganti dari yang asli setelah tersambar petir sekitar 1950.

Jendela-jendela di sekeliling tembok masjid masih menggunakan kayu jati asli dan kondisi bangunannya secara umum masih terjaga tanpa banyak penambahan ornamen baru. Lantai yang semula hanya semen sudah diganti menjadi tegel sejak 1929.

Masjid ini juga sudah beberapa kali menjalani pemugaran, tercatat pada 1889 dan 1980, dengan pemugaran besar terakhir pada tahun anggaran 1996/1997 karena adanya kerusakan konstruksi.

Daya Tarik Utama Masjid Agung Nur Sulaiman

Masjid Agung Nur Sulaiman menarik bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai bangunan yang menyimpan banyak hal untuk diamati dan dipelajari.

Arsitektur limasannya yang khas menjadi pembeda utama dari masjid-masjid tua lainnya di Jawa Tengah. Atap mihrab yang terpisah dari bangunan utama adalah detail yang selalu menjadi pertanyaan pertama siapa pun yang pertama kali mengunjungi masjid ini, termasuk para akademisi yang kerap datang untuk mempelajari konstruksi bangunannya. Mustaka berbentuk gada di puncak atap juga menjadi penanda yang khas.

Konteks sejarahnya pun tidak lepas dari daya tarik tempat ini. Masjid ini dibangun ketika ibu kota Kabupaten Banyumas masih berada di kecamatan Banyumas, sehingga keberadaannya menjadi bagian dari tata kota pemerintahan khas Jawa yang masih bisa dibaca susunannya sampai hari ini, dengan pendopo, alun-alun, masjid, dan pengadilan yang masing-masing menempati posisinya sesuai filosofi yang dipegang.

Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya umat Islam dari berbagai daerah untuk beribadah atau berziarah, tetapi juga akademisi, peneliti, dan wisatawan yang tertarik pada warisan arsitektur serta sejarah lokal Banyumas.

Akses Menuju Masjid Agung Nur Sulaiman

Masjid Agung Nur Sulaiman terletak di sebelah barat Alun-Alun Kecamatan Banyumas, tepatnya di Kelurahan Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Dari pusat Kota Purwokerto, jarak menuju lokasi sekitar 15 kilometer ke arah timur dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Kendaraan roda dua maupun roda empat bisa menjangkau lokasi ini dengan mudah. Masjid ini berada di pusat kawasan Banyumas lama yang juga masih menyimpan bangunan-bangunan bersejarah lain dari masa pemerintahan kabupaten di sana. Akses jalanan sudah beraspal rata dan ramah untuk jalur rekreasi.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Masjid Agung Nur Sulaiman buka setiap hari dan tidak memungut tiket masuk alias gratis. Masjid ini masih aktif digunakan untuk kegiatan ibadah sehari-hari termasuk salat Jumat, sehingga Kawan yang datang perlu memperhatikan waktu kunjungan agar tidak mengganggu kegiatan ibadah yang sedang berlangsung.

Ayo Berkunjung ke Masjid Agung Nur Sulaiman!

Kalau Kawan GNFI sedang berada di Purwokerto atau Banyumas dan tertarik pada wisata sejarah dan religi, Masjid Agung Nur Sulaiman layak dimasukkan dalam rute.

Datang di luar waktu salat agar lebih leluasa mengamati arsitektur dan detail bangunannya, serta sempatkan berjalan-jalan di sekitar alun-alun Banyumas lama untuk merasakan tata ruang kota Jawa yang masih terbaca susunannya sampai sekarang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.