Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Mawaddah dan Rahmah dalam Perkawinan

Mawaddah dan Rahmah dalam Perkawinan

mawaddah-dan-rahmah-dalam-perkawinan
Mawaddah dan Rahmah dalam Perkawinan
service

Mubadalah.id – Konsep mawaddah dan rahmah menjadi faktor penting dalam menjaga relasi suami-istri. Ketika salah satu unsur dominan tanpa diimbangi unsur lain, relasi perkawinan berpotensi menghadapi masalah.

Situasi ini dapat muncul baik dari pihak suami maupun istri, terutama ketika relasi emosional tidak disertai empati dan tanggung jawab.

Maka dari itu, konsep mawaddah tanpa rahmah dapat memunculkan pola relasi yang menuntut. Dalam kondisi ini, cinta dapat kita pahami sebagai hak untuk menerima kebahagiaan dari pasangan tanpa mempertimbangkan keadaan pasangan tersebut.

Contohnya, tuntutan berlebihan terhadap pelayanan emosional maupun praktis dapat menimbulkan tekanan psikologis. Pola relasi seperti ini berpotensi melahirkan sikap posesif, kecemburuan berlebihan, atau kontrol yang berlebihan terhadap pasangan.

Sebaliknya, rahmah tanpa mawaddah juga dapat menimbulkan ketimpangan. Relasi yang hanya berisi pengorbanan tanpa rasa saling mencintai berisiko menciptakan hubungan yang tidak setara.

Salah satu pihak dapat terus memberi tanpa merasa berhargai, sementara pihak lain menerima tanpa menunjukkan apresiasi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu kelelahan emosional dan konflik laten dalam rumah tangga.

Ketidakseimbangan ini menunjukkan bahwa cinta dan kasih sayang memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi. Mawaddah menghadirkan kedekatan emosional, sedangkan rahmah menjaga keberlangsungan relasi melalui empati dan kepedulian. Tanpa kombinasi keduanya, tujuan membangun keluarga yang tenteram sulit tercapai.

Karena itu, keseimbangan mawaddah dan rahmah dipandang sebagai prinsip dasar relasi suami-istri. Ketika keduanya berjalan beriringan, relasi perkawinan dapat menjadi sumber ketenteraman batin sekaligus menghadirkan pasangan sebagai penyejuk hati satu sama lain. []

Sumber tulisan: Tiga Relasi dalam Perkawinan

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.