Satwa liar spesies migran makin terancam, bahkan mendekati kepunahan. Konferensi Para Pihak XV Konvensi Spesies Migran (COP15 CMS) yang berlangsung di Brazil putuskan untuk meningkatkan perlindungan terhadap spesies migran. Total ada 40 spesies yang statusnya naik dalam status perlindungan dan masuk dalam Appendix I dan II. Puluhan spesies itu mencakup populasi burung, satwa liar akuatik, dan hewan darat. Appendix I adalah kelompok dengan spesies terancam punah yang perdagangannya dilarang penuh. Sementara Appendix II masih memperbolehkan dengan ketentuan ketat. Menyusul kesepakatan ini, konvensi yang sudah berusia 47 tahun itu kini mencakup 1.200 spesies unik. Amy Fraenkael, Sekretaris Eksekutif CMS mengatakan, setengah dari spesies yang masuk daftar perlindungan sedang alami penurunan populasi. Dia pun lega karena pertemuan yang berlangsung akhir Maret itu menghasilkan kesepakatan untuk memperluas perlindungan hingga menyentuh hyena bergaris, burung hantu salju, berang-berang raksasa, hingga hiu martil besar. Menurut Amy, kesepakatan itu menunjukkan perhatian negara terhadap upaya perlindungan spesies semakin meningkat. Saat konvensi berlangsung, semua negara sepakat perlindungan harus lebih kuat dengan rencana yang lebih terarah dan matang. “Tak perlu menunggu pertemuan berikutnya. Pelaksanaan harus dimulai besok. Tugas kita sekarang adalah menjembatani kesenjangan antara apa yang telah kita sepakati dan apa yang terjadi di lapangan bagi hewan-hewan ini.” Spesies yang masuk perlindungan terkini itu, habitatnya mendiami wilayah-wilayah kunci seperti Amazon. Kondisi itu bisa terjadi, karena habitat terus berkurang luasannya, eksploitasi berlebihan, dan infrastruktur terbatas yang memicu penurunan populasi yang melintasi batas negara menjadi lebih cepat. Di luar hal tersebut, ancaman penurunan populasi dan degradasi habitat juga bisa terjadi karena ada…This article was originally published on Mongabay
Nasib Satwa Migran Kian Terancam Punah
Nasib Satwa Migran Kian Terancam Punah




Comments are closed.