Thu,9 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Pasien Pingsan Setelah Aborsi? Ini Langkah Pertolongan Pertama yang Perlu Dilakukan

Pasien Pingsan Setelah Aborsi? Ini Langkah Pertolongan Pertama yang Perlu Dilakukan

pasien-pingsan-setelah-aborsi?-ini-langkah-pertolongan-pertama-yang-perlu-dilakukan
Pasien Pingsan Setelah Aborsi? Ini Langkah Pertolongan Pertama yang Perlu Dilakukan
service

Mubadalah.id – Bila pasien pingsan setelah mengalami pendarahan pasca aborsi maka ini yang dapat anda lakukan:

Pertama, baringkan pasien dalam posisi miring, namun kedua kaki tetap lurus dan lebih tinggi daripada kepala. Kepala harus lebih rendah dari kaki dan menghadap ke samping.

Kedua, bila pasien tampak tercekik atau tersedak, tarik lidahnya dengan jari Anda.

Ketiga, bila pasien habis muntah, segera bersihkan mulutnya. Muntahan dapat mengancam keselamatan pasien. Pastikan kepalanya tetap lebih rendah daripada kedua kakinya, menghadap ke samping, dan tidak menunduk. Dengan posisi ini pasien dapat dicegah menghirup muntahan ke dalam paru-paru.

Keempat, angan memberi pasien makan atau minum apa pun, termasuk obat, sebelum ia benar-benar sadar selama sedikitnya satu jam.

Kelima, bila Anda mampu melakukan pemberian infus atau cairan melalui dubur, lakukanlah.

Untuk keluarga pasien: jangan menunggu datangnya pekerja kesehatan. Segera bawa pasien ke rumah sakit bila muncul tanda-tanda syok. Jangan sampai terlambat mendapatkan pertolongan medis!

Infeksi

Bila aborsi dilakukan saat usia kandungan kurang dari 3 bulan (12 minggu) sejak hari pertama haid terakhir, risikonya mungkin hanya infeksi ringan.

Infeksi parah terjadi bila infeksi sudah menyebar ke aliran darah (sepsis). Bila aborsi dilakukan setelah kandungan berusia 3 atau 4 bulan, risiko infeksi parah menjadi lebih besar.

Infeksi juga dapat terjadi bila aborsi menyebabkan luka pada rahim. Sepsis sangat berbahaya dan dapat menyebabkan syok.

Mengapa terjadi infeksi? Karena:

Pertama, ada tangan atau benda kotor yang masuk atau menyentuh rahim. Kedua, masih ada sisa-sisa kandungan yang tertinggal di dalam rahim sehingga mengganggu proses pemulihan.

Ketiga, pasien sudah mengalami infeksi sebelum menjalani aborsi. Dalam proses aborsi yang aman, bila dokter menemukan infeksi pada pemeriksaan pendahuluan, pasien tidak akan diizinkan menjalani aborsi sebelum infeksi tersebut diatasi. Keempat, ada lubang pada dinding rahim.

Gejala infeksi ringan: pertama, demam ringan. Kedua, rasa nyeri ringan pada bagian bawah perut. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 330. 

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.