Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Potensi Ekonomi Pangan Lokal Amatlah Kaya, Pahat Candi Borobudur Pun Sudah Catat Rahasianya

Potensi Ekonomi Pangan Lokal Amatlah Kaya, Pahat Candi Borobudur Pun Sudah Catat Rahasianya

potensi-ekonomi-pangan-lokal-amatlah-kaya,-pahat-candi-borobudur-pun-sudah-catat-rahasianya
Potensi Ekonomi Pangan Lokal Amatlah Kaya, Pahat Candi Borobudur Pun Sudah Catat Rahasianya
service

15 Agustus 2026 22.00 WIB • 1 menit

Foto oleh Joseph Agboola di Unsplash


Indonesia memegang peranan penting dalam peta keanekaragaman hayati dunia. Meskipun hanya mencakup sekitar 1,3 persen dari luas permukaan bumi, wilayah Nusantara menjadi rumah bagi lebih dari 12 persen spesies hewan global serta seperempat dari total jenis tumbuhan di planet ini.

Setidaknya, ada 2.564 spesies tumbuhan bermanfaat yang tumbuh di tanah air. Ragam tanaman ini mencakup buah-buahan, sayuran, serealia, rempah-rempah, tanaman obat, hingga komoditas penghasil pati.

Pemanfaatan pangan hayati ini sebenarnya bukan hal baru. Pahat relief pada dinding Candi Borobudur, lembaran naskah kuno, serta riset etnobotani modern membuktikan bahwa nenek moyang Nusantara telah ribuan tahun memanfaatkan kekayaan flora lokal untuk menopang kebutuhan hidup harian.

“Potensi ini perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan, bukan hanya sebagai pelengkap,” kata Ketua Kelompok Riset LOCALE Pusat Riset Ekologi BRIN Wawan Sujarwo.

Warisan Pengetahuan Tradisional dan Praktik Pengelolaan Alam

Studi lapangan yang digelar Kelompok Riset Knowledge of Local and Traditional Ecology (LOCALE) di berbagai daerah memperlihatkan dalamnya pemahaman warga lokal terhadap alam sekitar.

Warga di Bali, Sumba Timur, dan wilayah perdesaan lainnya memanfaatkan tanaman liar sebagai bahan olahan pangan, obat-obatan tradisional, hingga perlengkapan upacara adat.

Masyarakat adat mengembangkan tata kelola ruang dan pemanfaatan sumber daya yang menjaga keseimbangan ekosistem. Sistem ini membuktikan bahwa kelestarian alam dan pemenuhan kebutuhan pangan dapat berjalan berdampingan tanpa saling merusak.

Perpaduan antara kearifan lokal yang teruji zaman dan riset sains modern menjadi modal penting untuk menciptakan varietas unggul berbasis tanaman lokal.

Pemanfaatan potensi pangan lokal sejauh ini masih membentur berbagai kendala di lapangan. Pergeseran selera masyarakat ke produk pangan olahan modern, minimnya dokumen pengetahuan tradisional, serta keterbatasan fasilitas hilirisasi membuat komoditas lokal kalah bersaing di pasaran.

Perubahan fungsi lahan di berbagai kawasan juga berisiko mempersempit ruang tumbuh tanaman pangan liar sekaligus mengikis pengetahuan lokal warga.

“Pengetahuan ini perlu terus didokumentasikan, dikembangkan, dan dipadukan dengan riset ilmiah modern,” kata Wawan Sujarwo.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.