Thu,9 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Praktik pesugihan : Ekspresi budaya atau irasionalitas yang dinormalisasi?

Praktik pesugihan : Ekspresi budaya atau irasionalitas yang dinormalisasi?

praktik-pesugihan-:-ekspresi-budaya-atau-irasionalitas-yang-dinormalisasi?
Praktik pesugihan : Ekspresi budaya atau irasionalitas yang dinormalisasi?
service

Obrolan mengenai pesugihan kembali populer. Salah satunya dipicu oleh bahasan netizen pasca mencuatnya isu rumah tangga selebritas seperti Ruben Onsu dan Sarwendah. Selain itu, muncul juga konten dari Pesulap Merah mengenai Gunung Kawi.

Di balik riuhnya obrolan di jagat maya, muncul pertanyaan mengapa di tengah era modernisasi digital, isu pesugihan justru kian menguat bahkan memuncaki tren berita nasional?

Dalam episode terbaru Podcast Suar Akademia kali ini, kami mengajak Y. Argo Twikromo, dosen Universitas Atma Jaya untuk berdiskusi mengenai pesugihan di era modern, dan mengapa praktik ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Munculnya praktik pesugihan ini, menurut Argo, tak lepas dari hadirnya komunitas lokal atau penghayat kepercayaan tradisional yang memiliki wadah ritual kebersamaan (seperti kenduri atau selamatan di Jawa) untuk menata kesenjangan sosial ekonomi.

Namun di era modern, peredam sosial tersebut mulai hilang, sehingga saat tekanan hidup menguat, masyarakat cenderung mencari jalan pintas irasional di luar naungan Sang Pencipta.

Argo menambahkan bahwa struktur sosial saat ini didominasi oleh payung ekonomi-politik, di mana keberhasilan hidup hanya diukur lewat indikator materialistis yang tampak di permukaan (jumlah saldo rekening, rumah mewah, kendaraan, dan destinasi liburan keluarga).

Paparan media sosial memperkuat desakan psikologis masyarakat untuk survive. Ketika logika rasional atau doa dianggap tidak sanggup memenuhi standar hidup mapan tersebut, masyarakat yang dididik dalam ekosistem serba cepat akhirnya beralih pada cara-cara instan.

Terkait dengan apakah pesugihan merupakan bentuk budaya, Argo meluruskan bahwa budaya pada hakikatnya dibentuk untuk menata kehidupan bersama secara luhur dan bijaksana. Oleh sebab itu, fenomena destruktif seperti pesugihan, perjudian, atau korupsi tidak bisa diklaim sebagai produk budaya orisinal suatu daerah, melainkan hanya penyimpangan atau salah satu praktik kehidupan manusia saja.

Fenomena pesugihan ini juga bersifat global. Di luar negeri pun terdapat praktik sejenis, seperti istilah melakukan perjanjian dengan iblis (pack with the devil) atau penyisipan pemujaan setan dalam produk budaya populer Barat.

Argo memaparkan bahwa esensi pesugihan, yaitu menukar prinsip moral demi keuntungan materi sejatinya sudah diadopsi ke dalam hubungan transaksional modern. Hubungan asmara demi fasilitas apartemen atau mobil mewah, misalnya, bisa juga dilihat sebagai bentuk “pesugihan modern”.

Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia—ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.