Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Tempuh 100 Kilometer, Ratusan Santriwati Mambaul Ulum Pidie Jaya Ikuti Tradisi Peuphon Kitab di Aceh Besar

Tempuh 100 Kilometer, Ratusan Santriwati Mambaul Ulum Pidie Jaya Ikuti Tradisi Peuphon Kitab di Aceh Besar

tempuh-100-kilometer,-ratusan-santriwati-mambaul-ulum-pidie-jaya-ikuti-tradisi-peuphon-kitab-di-aceh-besar
Tempuh 100 Kilometer, Ratusan Santriwati Mambaul Ulum Pidie Jaya Ikuti Tradisi Peuphon Kitab di Aceh Besar
service

Aceh Besar, NU Online 
Ratusan santriwati Dayah Mambaul Ulum Japakeh, Gampong Lueng Teungoh, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mengikuti tradisi peuphon kitab di Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie, Gampong Lueng Ie, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Didampingi pengasuh dan sejumlah dewan guru, rombongan berangkat menggunakan lima bus pada malam hari. Mereka menempuh perjalanan lebih dari 100 kilometer untuk meminta pembacaan awal kitab sekaligus mengharapkan keberkahan ilmu dari Abon Tajuddin, mursyid Tarekat Naqsyabandiyah dan putra pendiri Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie. 

Tgk Asnawi pengasuh Dayah Mambaul Ulum kepada NU Online, Sabtu (4/7/2026) mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar perjalanan untuk mengikuti seremoni pembukaan kitab. Kegiatan itu diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru dalam diri para santriwati untuk semakin tekun belajar, mengulang pelajaran, memahami kitab, dan mengamalkan ilmu.

“Harapan kami, peuphon kitab ini bukan hanya sebatas mengais berkah. Lebih dari itu, kegiatan ini harus menjadi motivasi bagi para santriwati agar semakin tekun dalam beut seumeubeut, semakin menghormati guru, dan semakin bersungguh-sungguh memahami kitab yang dipelajari,” ujar Tgk Asnawi.

Ia menegaskan bahwa keberkahan harus disertai dengan kesungguhan. Perjalanan jauh menemui ulama akan kehilangan sebagian maknanya apabila setelah kembali ke dayah para santri tidak meningkatkan kedisiplinan dalam belajar

Malam telah menyelimuti sebagian besar wilayah Aceh ketika lima bus itu bergerak meninggalkan Pidie Jaya. Di dalam kendaraan, sebagian santriwati duduk sambil memeluk kitab yang akan dipelajari. Sebagian lainnya beristirahat untuk mengumpulkan tenaga selama perjalanan.

Bus terus melaju di bawah dinginnya udara malam, melintasi kawasan pegunungan Aceh Besar dan jalanan di sekitar Seulawah, sebelum memasuki jalan tol menuju Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie.

Di balik kaca bus, gelap malam dan barisan pegunungan mengiringi perjalanan para penuntut ilmu. Udara dingin Seulawah tidak menyurutkan semangat mereka. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menyambung silaturahim keilmuan dan menjemput keberkahan dari ulama.

Para santriwati turut didampingi pengasuh dayah dan sejumlah dewan guru, termasuk Tgk Asnawi, salah seorang guru senior Dayah Mambaul Ulum Japakeh.

Tradisi Memulai Kitab dengan Adab
Sesampainya di Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie, para santriwati disambut suasana dayah yang tenang dan khidmat. Mereka kemudian duduk dengan tertib di hadapan Abon Tajuddin.

Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie didirikan pada 1961 oleh almarhum Tgk H T Usman Alfauzi atau yang lebih dikenal sebagai Abu Lueng Ie. Dayah tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tradisional di Aceh yang mempertahankan pengajian kitab kuning, pembinaan akhlak, zikir, tarekat, dan pelaksanaan ibadah suluk.

Abon Tajuddin melanjutkan pengabdian dan mata rantai keilmuan yang diwariskan oleh Abu Lueng Ie sebagai orang tuanya. Selain membimbing pengajian kitab, ia membina jamaah dalam pelaksanaan zikir, tarekat, dan suluk.

Sebelum kembali mengabdi di Dayah Darul Ulum, Abon Tajuddin pernah lama menjalani aktivitas beut seumeubeut di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga. Ia juga menempuh pendidikan tinggi jenjang strata satu dan strata dua di Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga.

Perpaduan pendidikan dayah dan perguruan tinggi tersebut memperkuat kiprahnya dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam di Aceh.

Prosesi peuphon kitab dimulai dengan pembacaan Surat Al-Fatihah. Pahala bacaan tersebut dihadiahkan kepada Rasulullah saw, para ulama, guru-guru terdahulu, serta pengarang kitab yang akan dipelajari.

Abon Tajuddin kemudian membacakan bagian awal matan kitab sebagai tanda dimulainya proses pengajian baik kitab al-Bajuri, Ianah at-thalibin, al-Mahalli dan lainnya. Para santriwati menyimak dengan saksama. Kitab-kitab terbuka di hadapan mereka, sedangkan petuah sang mursyid dicatat sebagai bekal setelah kembali ke dayah.

Bagi masyarakat dayah, peuphon kitab bukan sekadar seremoni pembukaan pembelajaran. Tradisi tersebut mengandung nilai adab, penghormatan terhadap ilmu, penghargaan kepada pengarang kitab, dan pengakuan terhadap pentingnya bimbingan guru.

Seorang santri tidak hanya dituntut memahami teks, tetapi juga belajar menyambungkan diri dengan mata rantai keilmuan yang diwariskan para ulama dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.