Tue,28 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Upaya Fitriani Dwi Galang Solidaritas Ungkap Pembunuh Gajah Rahman

Upaya Fitriani Dwi Galang Solidaritas Ungkap Pembunuh Gajah Rahman

upaya-fitriani-dwi-galang-solidaritas-ungkap-pembunuh-gajah-rahman
Upaya Fitriani Dwi Galang Solidaritas Ungkap Pembunuh Gajah Rahman
service

Bahu Jalan Jenderal Sudirman, depan Kantor Gubernur Riau, ramai massa awal tahun lalu. Mereka membagikan setangkai bunga krisan putih pada orang-orang yang lalu lalang atau menengok aksi mereka. Fitriani Dwi Kurniasari, pegiat lingkungan, inisiator, berada di tengah massa aksi sunyi itu. Aksi itu merupakan seruan mengungkap kasus kematian gajah Rahman, yang dua tahun lalu mati kena racun dan sebilah gadingnya hilang. Mereka juga mengkritik penegakan hukum terhadap kejahatan satwa yang masih minim ketimbang jumlah kematiannya, serta mendesak penindakan atas perusahaan yang lalai menjaga area hingga banyak gajah mati di sekitar konsesi. “Aksi sunyi itu sebagai pengingat pada penegak hukum untuk melanjutkan tugasnya dan mengingatkan komitmen mengusut tuntas kasus kematian gajah Rahman,” kata perempuan 34 tahun itu. Ani, panggilan akrabnya, bilang ada 167 kematian gajah di Riau, sepanjang 2004-2025 dengan sebagian besar mati kena racun. Hanya tiga kasus perburuan gajah sampai ke meja hijau. Dua kasus dengan pelaku sama. Untuk kasus gajah Rahman, katanya, janggal ketimbang  kasus serupa. Biasa gajah mati dengan cara mengenaskan, tanpa gading, belalai terpotong, dan ceceran darah cukup banyak. Sedangkan Rahman, masih bertahan hidup, meski sekarat selama delapan jam, saat ditemukan. Pelaku tak mengambil gading secara utuh. Masih ada sisa di kepala bagian dalam. Juga, tidak ada ceceran darah signifikan. Gading yang pelaku curi hanya di bagian kiri. “Itu jadi pertanyaan kami, selama dua tahun ini. Kami harap Kapolda Riau bisa melihat dan prioritaskan kasus kematian gajah Rahman.” Aksi sunyi peringati dua tahun kematian gajah Rahman di Pekanbaru. Foto: Suryadi/Mongabay Indonesia. Ikatan emosional Ingatan Ani selalu terbang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.