Sejumlah bandara di Asia memperketat pemeriksaan kedatangan penumpang, menyusul ditemukannya dua kasus virus Nipah (NiV) baru di India. Otoritas penerbangan Malaysia mengimbau para pelancong mengenakan masker, merencanakan perjalanan bertanggung jawab, dan mencari pertolongan medis jika merasa tidak sehat. Kementerian Kesehatan setempat meningkatkan pengawasan di semua titik masuk internasional. Singapura menyiapkan pemeriksaan suhu untuk penumpang yang berasal dari negara terkena dampak virus Nipah. Menteri Kesehatan Singapura melalui unggahan di media sosial memperingatkan warga untuk waspada karena wabah mematikan ini bisa terjadi dari waktu ke waktu di berbagai belahan dunia. Thailand menempatkan pesawat yang tiba dari daerah terinfeksi Nipah di area parkir khusus, dan Nepal yang berbatasan dengan India memperketat pengawasan terhadap pelancong. Kekhawatiran muncul usai dua kasus penyakit virus Nipah terbaru itu dilaporkan terjadi di Benggala Barat, India, akhir Desember 2025 lalu. Dua petugas kesehatan terinfeksi virus, dan hampir 200 orang diperiksa. “Kasus infeksi virus Nipah pertama kali dilaporkan tahun 1998 dan sejak itu dilaporkan di Bangladesh, India, Malaysia, Filipina dan Singapura. Tingkat kematian kasus diperkirakan mencapai 40-75 persen,” ungkap WHO, dalam situs resminya. Indonesia tidak dimasukkan sebagai negara yang memiliki kasus. Namun saat ini, tidak ada obat atau vaksin tersedia untuk virus Nipah. Meski beberapa produk kandidat sedang dalam pengembangan. Perawatan suportif intensif dini dapat meningkatkan kelangsungan hidup, menurut WHO. Laporan WHO menyebutkan, sejak 17 Mei hingga 12 Juli 2025, pemerintah India telah mengumumkan terjadinya 4 kasus infeksi virus Nipah yang menyebabkan 2 orang meninggal. Lebih dari 700 orang diketahui melakukan kontak dengan pasien atau yang terkait kasus virus Nipah.…This article was originally published on Mongabay
Virus Nipah Merebak, Ancaman Tersembunyi Deforestasi
Virus Nipah Merebak, Ancaman Tersembunyi Deforestasi





Comments are closed.