Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. 3 Jenis Pola Asuh Anak

3 Jenis Pola Asuh Anak

3-jenis-pola-asuh-anak
3 Jenis Pola Asuh Anak
service

Mubadalah.id – Pola asuh anak adalah cara, gaya, dan sikap orang tua dalam mengasuh anak sehari-hari. Hal ini meliputi cara orang tua berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak, bagaimana orang tua menanggapi perilaku anak, bagaimana orang tua menerapkan aturan, serta bagaimana orang tua mengajarkan kemandirian dan kedisiplinan.

Pertama, otoriter. Ciri pola asuh ini adalah sikap orang tua yang terlalu tegas dan tidak menghargai anak. Orang tua otoriter cenderung memaksa anak untuk mengikuti kehendak mereka.

Orang tua membuat aturan-aturan yang harus dipatuhi tanpa mempertimbangkan perasaan anak. Jika anak tidak patuh, orang tua cenderung memberikan hukuman.

Dampak dari pola asuh ini adalah anak merasa tertekan, tidak percaya diri, cenderung agresif atau memberontak, serta tidak terampil dalam mengambil keputusan.

Kedua, permisif. Ciri pola asuh ini adalah sikap orang tua yang tidak tegas dan cenderung serba membolehkan. Orang tua tidak memberikan batasan yang jelas dan tegas tentang berbagai aturan perilaku.

Orang tua permisif biasanya hangat kepada anak, tetapi terlalu membiarkan dan membebaskan anak melakukan apa pun sesuai keinginannya.

Dampak negatif dari pola asuh ini adalah anak berkembang menjadi pribadi yang suka memaksakan kehendak, mau menang sendiri, kurang mampu mengendalikan diri, dan kurang bertanggung jawab.

Ketiga, demokratis. Ciri pola asuh demokratis adalah sikap orang tua yang tegas tetapi tetap menghargai anak. Orang tua demokratis bersikap hangat kepada anak, mendengarkan, dan mampu memahami perasaan anak.

Namun, orang tua tetap memiliki batasan yang jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak. Orang tua demokratis juga mampu bersikap tegas dalam menegakkan aturan-aturan yang telah disepakati bersama.

Hasil dari pola asuh demokratis adalah anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, mampu mengendalikan diri, dan bertanggung jawab. []

*)Sumber Tulisan: Buku Fondasi Keluarga Sakinah hlm 101-104

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.