Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Danang Giri Sadewa Ingatkan Mahasiswa Agar Giat Berjejaring di Kampus, Ini Alasannya

Danang Giri Sadewa Ingatkan Mahasiswa Agar Giat Berjejaring di Kampus, Ini Alasannya

danang-giri-sadewa-ingatkan-mahasiswa-agar-giat-berjejaring-di-kampus,-ini-alasannya
Danang Giri Sadewa Ingatkan Mahasiswa Agar Giat Berjejaring di Kampus, Ini Alasannya
service

23 Januari 2026 21.00 WIB • 2 menit

Danang Giri Sadewa Ingatkan Mahasiswa Agar Giat Berjejaring di Kampus, Ini Alasannya


Danang Giri Sadewa adalah kreator konten asal Magelang, Jawa Tengah, yang dikenal dengan konten-kontennya seputar kehidupan mahasiswa. Pemuda lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyajikan konten bermanfaat untuk mahasiswa atau calon mahasiswa baru mulai dari bahasan mengenai biaya hidup di Yogya, tips masuk PTN, hingga memilih jurusan yang diminati.

Danang menempuh pendidikan sarjana di Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK), Fisipol UGM. Ketertarikannya pada dunia sinematografi sejak kecil membuatnya mulai mendokumentasikan kehidupan kampusnya melalui YouTube pada 2017.

Berbeda dengan kreator lain yang fokus pada sisi akademis yang kaku, Danang mengambil celah “Trivial Education”. Ia membahas hal-hal yang dianggap sepele tapi sangat dibutuhkan salah satunya mengenai tradisi ospek yang biasa terjadi di kampus-kampus Indonesia.

Ospek

Tradisi ospek di lingkungan perguruan tinggi kerap terjadi secara turun-temurun. Kegiatan yang seharusnya untuk orientasi pengenalan kampus ini sayangnya sering dibayang-bayangi sisi negatif yang menghantui para mahasiswa baru.

Danang Giri pun merasakan itu semasa menjadi mahasiswa baru di UGM pada 2017. Sadar akan adanya ospek, ia pun mencoba mendokumentasikan apa yang benar-benar terjadi dalam kegiatan tersebut. Dari inisiatif menyoroti tema sensitif itulah kemudian ia mengawali jalannya menjadi kreator konten edukasi.

“Aku dulu tuh mikirnya ospek ini di pikiranku juga sebagai mahasiwa baru di UGM ospek pasti kekerasan. Akhirnya aku nge-vlog dengan gaya-gayaan zaman itu, kamera segede gaban gitu. Ternyata kok yang aku harapkan ini kekerasannya enggak ada. At least aku punya bukti kalau ada kekerasan aku punya bukti ternyata, oh seru-seruan aja,” ucap Danang kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Dari konten ospek itu permintaan mengulik dunia kampus berdatangan dari penontonnya. Danang lantas semakin terpacu untuk membuat konten lain yang umumnya menyasar anak-anak SMA yang tertarik melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Yogyakarta.

“Sebenarnya aku enggak punya tim kreatif. Tim kreatifku adalah orang-orang yang komen. Akhirnya dari buy request gitu. Kalau di ekonomi itu ada supply demand, berarti ada demand tuh, ada permintaan di situ. Ya udah, kita supply aja. Ketemu di titik ekuilibrium itu,” kata pemilik akun Instagram @thesadewa itu lagi.

Berjejaring di Kampus

Sebagai kreator konten yang mendalami seluk beluk dunia kampus – dan tentunya mantan mahasiswa perguruan tinggi, Danang mengerti bagaimana perilaku mahasiswa dari awal masuk, mengikuti perkuliahan, sampai akhirnya lulus dan memulai karier di dunia pekerjaan.

Dari pola itu Danang pun menyaksikan dari mereka mudah mendapat pekerjaan karena pengaruh pergaulan semasa menimba ilmu di kampus. Danang lantas meyakini bahwa berjejaring itu perlu dilakukan mahasiswa untuk memudahkan menapaki karier profesional.

“Sekarang ‘orang dalam’ tuh nyata. Gimana biar dapat ‘orang dalam’? Ya, kamu berjejaring selama kuliah, temanmu enggak cuma teman-teman satu daerah aja. Bisa dari profesi yang lain, dari jurusan lainnya,” ujar Danang.

Bagi Danang – yang sepakat dengan ucapan mantan Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, bahwa kuliah tidak menjamin seseorang kaya – mahasiswa perlu membentuk pertemanan agar dikenali. Harapannya dari situ relasi semasa di kampus bisa memudahkan untuk membuka peluang untuk terjun ke dunia kerja.

“Pernah ada satu artikel ngomongin kalau lulusan IT di di Amerika, dia sudah masukin beribu-ribu lamaran enggak diterima. Mau sehebat apapun skill-mu kalau enggak punya teman, enggak punya ‘orang dalam’ ya gimana? Makanya kalau Pak Gita menyampaikan seperti itu aku setuju karena enggak cuma kelimuannya tapi berjejaring sosialnya ini penting,” ujarnya lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.