Sun,2 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Lebih dari 200 Orang Meninggal Akibat Runtuhan Tambang di Kongo Timur

Lebih dari 200 Orang Meninggal Akibat Runtuhan Tambang di Kongo Timur

lebih-dari-200-orang-meninggal-akibat-runtuhan-tambang-di-kongo-timur
Lebih dari 200 Orang Meninggal Akibat Runtuhan Tambang di Kongo Timur
service

Jakarta, Arina.id—Lebih dari 200 orang dilaporkan meninggal dunia akibat runtuhnya tambang koltan Rubaya di wilayah Kongo timur pada pekan ini. Informasi tersebut disampaikan oleh Juru bicara gubernur provinsi tempat, Lumumba Kambere Muyisa.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (28/01) ketika para penambang masih berada di dalam lubang galian. Hingga Jumat malam (30/01) jumlah korban tewas belum dapat dipastikan.

“Lebih dari 200 orang menjadi korban tanah longsor ini, termasuk penambang, anak-anak, dan pedagang perempuan. Beberapa orang berhasil diselamatkan tepat waktu namun mengalami luka serius,” ujar Muyisa seperti dilansir Reuters.

Ia menambahkan sekitar 20 korban luka saat ini tengah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

“Kita sedang berada di musim hujan. Tanahnya rapuh. Tanah itulah yang ambruk saat para korban berada di dalam lubang,” katanya.

Muyisa menyebutkan bahwa jumlah korban tewas yang telah dikonfirmasi mencapai sedikitnya 227 orang. Namun, ia meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang memberikan keterangan kepada media.

Tambang Rubaya diketahui menghasilkan sekitar 15 persen koltan dunia. Mineral tersebut diolah menjadi tantalum, logam tahan panas yang digunakan dalam produksi telepon seluler, komputer, komponen kedirgantaraan, serta turbin gas. Di lokasi ini, warga setempat menggali koltan secara manual dengan upah hanya beberapa dolar per hari.

Sejak 2024, kawasan Rubaya berada di bawah kendali kelompok pemberontak AFC/M23. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kelompok tersebut telah menjarah kekayaan mineral Rubaya untuk membantu mendanai pemberontakannya. AFC/M23 disebut mendapat dukungan dari pemerintah Rwanda, tuduhan yang telah dibantah oleh Kigali.

Kelompok pemberontak bersenjata lengkap itu dilaporkan terus memperluas penguasaan wilayah kaya mineral di Kongo timur sejak serangan kilat tahun lalu. 

Tujuan utama mereka disebut untuk menggulingkan pemerintah di Kinshasa serta mengklaim melindungi keselamatan minoritas Tutsi Kongo.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.