Dengan supitnya, seekor kepiting bakau mengusap limbah minyak mentah yang menutupi matanya. Tak hanya mata. Minyak hitam pekat itu nyaris menutupi sekujur tubuh biota dengan nama latin Scylla itu. Pemandangan itu terekam dalam video yang Marc Thalman kepada Mongabay. Pengelola Mutiara Beach Resort, itu juga mengirimkan video lain yang memperlihatkan pemandangan pesisir Pantai Timur Bintan, Kepulauan Riau, tercemari minyak hitam. Hingga kini otoritas pun belum mengetahui penyebab cemaran minyak hitam itu. Marc ceritakan, seorang pengunjung resort pertama kali temukan cemaran minyak hitam itu pada 28 Januari 2026 yang lantas melaporkannya padanya. “Kami langsung cek malam itu ke pantai, pantai tidak bisa lagi digunakan, sudah rusak,” katanya menggambarkan kondisi pantai yang telah tercemar. Menyusul temuan itu, Marc kemudian menginformasikan kepada warga sekitar. Saat penyisiran keesokan harinya, warga temukan puluhan karung berisi minyak mentah mengambang dan mencemari perairan sekitar. Beberapa di antaranya terbawa ombak hingga terdampar di pantai. Marc mengatakan, para pengunjung resort banyak keluhkan bau menyengat dari limbah minyak mentah itu. Beberapa di antara mereka mengaku pusing mencium aroma itu. “Ada tamu saya yang memutuskan keluar dari resort, karena bau minyak itu terbawa sampai ke kamar resort.” Dia berharap otoritas terkait segera menangani persoalan ini. Jika tidak, selain dampak lingkungan, dia khawatir akan berdampak pada okupansi resort. Terlebih, peristiwa itu terjadi jelang akhir pekan, dimana banyak wisatawan yang berwisata. “Jangan sampai akibat kondisi pencemaran ini tamu kita tidak jadi menginap,” kata Marc. Seorang warga menunjukkan karung berisi limbah minyak mentah di Pesisir Bintan. Foto: Yogi Eka Sahputra/Mongabay Indonesia. Bukan kali pertama …This article was originally published on Mongabay
Limbah Minyak Mentah Cemari Lagi Laut Kepri
Limbah Minyak Mentah Cemari Lagi Laut Kepri





Comments are closed.