Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bagaimana Nasib Ikan Kecil Endemik Indonesia?

Bagaimana Nasib Ikan Kecil Endemik Indonesia?

bagaimana-nasib-ikan-kecil-endemik-indonesia?
Bagaimana Nasib Ikan Kecil Endemik Indonesia?
service

Ikan air tawar kecil yang merupakan bagian ekosistem sungai dan danau, terus menghadapi tantangan. Dua jenis di antaranya adalah ikan bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) di Danau Singkarak, Sumatera Barat, dan ikan wader pari (Rasbora Argyrotaenia). International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan kedua ikan endemik asli Indonesia ini berstatus Rentan (Vulnerable/VU). Perlu penanganan ekstra untuk memulihkan kondisi keduanya, termasuk melakukan restocking atau menebar dan melepasliarkan benih ke habitat asli. Syahril Abdul Raup, Direktur Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengatakan restocking jalan terbaik mengembalikan populasi ikan kecil endemik. “Indikasinya terlihat pada menurunnya hasil tangkapan nelayan lokal, serta berkurangnya distribusi ikan spesifik di pasaran, seperti rumah makan padang,” ungkapnya kepada Mongabay, Kamis (11/6/2026). Namun, kebijakan restocking tidak mudah dilakukan, karena harus menyesuaikan masing-asing ekosistem atau habitat. Ancaman utama keberadaan ikan kecil endemik adalah penangkapan berlebihan (overfishing), berkurangnya populasi, juga pendangkalan habitat. “Selain itu, dampak pencemaran dan alat tangkap yang tidak terkontrol.” Dokumen “Pedoman Teknis Restocking Ikan Kecil Berbasis Kajian Efektivitas Restocking: Pengelolaan Berkelanjutan Perikanan Darat” diluncurkan KKP dengan melibatkan perguruan tinggi. Dua lokasi dipilih untuk percontohan, yaitu Danau Singkarak dan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang keduanya habitat ikan bilih dan wader pari. “Restocking berhasil jika diikuti pengaturan wilayah tangkap, termasuk jumlah alat tangkap dan musim penangkapan, serta pengawasan penangkapan lebih terukur.” Syahril menjelaskan, restocking pada ekosistem sungai dan danau dilaksanakan merujuk Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penebaran Kembali dan Penangkapan Ikan Berbasis Budidaya. “Sebagai proses terintegrasi, upaya rehabilitasi dan peningkatan sumber daya ikan serta lingkungannya…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.