Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Pulau Bengkalis Terus Terkikis

Ketika Pulau Bengkalis Terus Terkikis

ketika-pulau-bengkalis-terus-terkikis
Ketika Pulau Bengkalis Terus Terkikis
service

Hari demi hari, pesisir tempat Tuti tinggal terus tergerus. Perempuan 45 tahun yang tinggal di Gang Nelayan 2, Desa Prapat Tunggal, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis,  Riau,  ini jadi saksi abrasi terus mengikis daratan, membuat jarak rumah makin dekat ke laut. “Dulu,  daratan masih jauh di sana,” katanya menunjuk tiang pancang yang sudah berada di tengah laut. Ada sekitar 10 bangunan rumah lain berjajar menempati gang ini. Jalan kecil itu bermuara dari jalan utama Desa Prapat Tunggal selebar sekitar dua meter dan sudah disemen. Dia tak bisa berbuat apa-apa walau dari tahun ke tahun air laut makin dekat ke rumahnya. “Tak tahu ape nak dibuat, tunggu macam mane kata orang dari desa la,” katanya tersenyum. Awal 2000-an, katanya,  daratan dekat tiang pancang dengan jarak ke pinggir tebing sekitar 80-100 meter. Tahun demi tahun, daratan terus berkurang tersapu ombak. “Kalau mau pindah, payah. Ada kemarin orang yang pindah ke tengah sana, beli tanah Rp40 juta satu kapling,” cerita Tuti. Ketika pasang keling–fenomena naiknya air laut ke daratan akibat gravitasi bulan atau matahari—dia beserta keluarga hanya bisa menyelamatkan barang-barang dengan meletakkan di posisi lebih tinggi. “Kalau pasang airnya bisa sampai lutut.”  Abrasi di Desa Prapat Tunggal menenggelamkan pendopo, jalan dan lapangan voli dalam 3 tahun terakhir di Taman Wisata desa. Foto: Nurul Fitria/Mongabay Indonesia Tak hanya Desa Prapat Tunggal terdampak abrasi, juga di Desa Pambang Pesisir. “Sebelum 2017,  di pesisir ini ada beberapa rumah warga, sekolah dasar dan masjid. Sekarang sudah hilang itu semua, jatuh dah ke laut,” kata Desi Rizal, Sekretaris Desa…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.