Sat,30 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Tidak Lagi Terbuang, Kulit Kopi Jadi Andalan Warga Tendambonggi

Tidak Lagi Terbuang, Kulit Kopi Jadi Andalan Warga Tendambonggi

tidak-lagi-terbuang,-kulit-kopi-jadi-andalan-warga-tendambonggi
Tidak Lagi Terbuang, Kulit Kopi Jadi Andalan Warga Tendambonggi
service

Desa Tendambonggi yang terletak 34 km sebelah timur Kota Ende, Ibu Kota Kabupaten Ende, NTT, berada di ketinggian 700 -1200 mdpl. Suhu hariannya yang  rata-rata 18o C, menjadikan desa ini separuh siangnya ditutupi kabut. Sebagian besar, wilayah desa ini berbatasan dengan hutan lindung dengan topografi berlereng, menjadikannya sulit diakses. Tahun 2020, pemerintah mengubah status 40 ribu hektar kawasan hutan lindung ini menjadi hutan produksi, sehingga masyarakat bisa menanam tanpa merusak hutan dan ekosistemnya. “Kebun petani di dalam kawasan hutan seluas 60 hektar sementara 55 hektar berada di luar hutan,” jelas Ignasius Saba, Kepala Desa Tendambonggi, Kecamatan Ende, pertengahan Februari 2026. Berdasarkan kondisi biofisik, tanaman yang cocok untuk desa ini adalah kopi, cengkih, dan pala. Kopi menjadi komoditi primadona di Desa Tendambonggi. “Rata-rata, luas kebun kopi setiap warga adalah setengah hektar dengan robusta dan arabika sebagai tanaman utama,” ujarnya. Kopi arabika merupakan jenis yang banyak ditanam masyarakat Tendambonggi, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, NTT. Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia Pengolahan kulit kopi Sri Wahyuni, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Flores (Unflor), mengatakan Sudah tiga generasi masyarakat  Tendambonggi melakukan budidaya tanaman dalam kawasan hutan. Sepanjang 2023, seluruh wilayah NTT mengalami dampak El Nino yang mengakibatkan turunnya produksi pertanian. Namun, tanaman kopi di Tendambonggi berproduksi stabil seperti tahun-tahun sebelumnya. “Dampak kekeringan tidak berpengaruh signifikan terhadap ekosistem kopi yang berada di kawasan hutan,”ungkapnya, pertengahan Februari 2026. Sri Wahyuni yang tergabung dalam tim Pengabdian Masyarakat Kemdiktisaintek, melakukan pendampingan petani kopi di Tendambonggi. Tahun 2024, tim fokus pada perbaikan budidaya dan manajemen kebun, dan pada 2025 kegiatan diarahkan untuk pengelolaan pascapanen dan pengolahan limbah. “Tidak ada satu petani…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.