Sun,23 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Komitmen Iklim dan Kedaulatan Pangan Hanya Retorika

Komitmen Iklim dan Kedaulatan Pangan Hanya Retorika

komitmen-iklim-dan-kedaulatan-pangan-hanya-retorika
Komitmen Iklim dan Kedaulatan Pangan Hanya Retorika
service

  Pada 29 September lalu, Presiden Prabowo Subianto, berpidato dalam Sidang Majelis Umum ke-80 PBB, New York, Amerika Serikat. Prabowo lantang menyampaikan komitmen Indonesia sebagai negara pusat solusi global dalam menangani krisis iklim dan pangan. Jaya Darmawan, Peneliti  Center of Economic and Law Studies (Celios),  paparkan fakta kebalikan dari yang presiden  klaim bahwa Pemerintah Indonesia mencatat produksi beras dan cadangan gabah tertinggi dalam sejarah, serta jadi lumbung pangan dunia.  Pada kenyataan, data Badan Statistik Nasional (BPS), luasan sawah di Indonesia turum dari 10,21 juta hektar pada 2023 jadi 10,05 juta hektar pada 2024.  Dampaknya, panen juga turun, dari 53,98 juta ton pada 2023 jadi 53,14 juta pada 2024. Nadia Hadad, Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan mengatakan, akar masalah krisis iklim berawal dari ketidakadilan dan ketimpangan. Merujuk riset Celios pada 2024 yang menyebut kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia setara dengan kekayaan 50 juta orang Indonesia. Dan, sebanyak 56% dari kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia bersumber dari sektor ekstraktif. Saffanah Azzahra, peneliti dari  Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) mengatakan, target bauran energi terbarukan Indonesia justru mundur. Kebijakan Energi Nasional (KEN) terbaru menyebutkan hanya 19-23% bauran energi pada 2030 dari energi terbarukan.     Pada 29 September lalu, Presiden Prabowo Subianto, berpidato dalam Sidang Majelis Umum ke-80 PBB, New York, Amerika Serikat. Prabowo lantang menyampaikan komitmen Indonesia sebagai negara pusat solusi global dalam menangani krisis iklim dan pangan. Berbagai kalangan menilai, yang dia sampaikan tak mencerminkan kondisi di Indonesia. Soal implementasi komitmen iklim dalam Perjanjian Paris tidak konsisten dan kedaulatan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.