Thu,13 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Mensos Saifullah Yusuf Bicara soal Capaian Sekolah Rakyat, Apa Katanya?

Mensos Saifullah Yusuf Bicara soal Capaian Sekolah Rakyat, Apa Katanya?

mensos-saifullah-yusuf-bicara-soal-capaian-sekolah-rakyat,-apa-katanya?
Mensos Saifullah Yusuf Bicara soal Capaian Sekolah Rakyat, Apa Katanya?
service

7 Mei 2026 18.25 WIB • 3 menit

Mensos Saifullah Yusuf Bicara soal Capaian Sekolah Rakyat, Apa Katanya?


Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, memaparkan laporan komprehensif mengenai progres terkini Sekolah Rakyat yang kini telah berjalan lebih dari sembilan bulan. Apa saja yang sudah dicapai?

Dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (6/5/2026), pemerintah mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat, yang notabene merupakan program yang menyasar kelompok masyarakat paling rentan ini, telah menunjukkan hasil pada aspek kesehatan fisik, perkembangan karakter, hingga capaian prestasi akademik para siswanya.

Sebagaimana diketahui, Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama dari pemerintah untuk anak keluarga miskin atau rentan untuk mengenyam sekolah jenjang SD-SMA. Program ini menyediakan fasilitas berupa pengajaran, asrama, makan, hingga kesehatan dan telah berjalan sejak Juli 2025.

Saifullah mengklaim bahwa sejak dioperasikan, program Sekolah Rakyat memberikan dampak nyata bagi siswa yang berasal dari kelompok desil satu dan dua. Data medis menunjukkan adanya peningkatan berat badan dan tinggi badan yang terukur, serta penurunan angka anemia secara drastis pada anak-anak didik. Masalah kesehatan dasar ini sebelumnya menjadi penghambat utama bagi mereka untuk berkonsentrasi dalam proses belajar-mengajar di kelas.

Saifullah menjelaskan bahwa perbaikan kondisi fisik merupakan langkah awal yang krusial sebelum masuk ke materi pendidikan.

“Setelah lebih dari 9 bulan beroperasi, berat badan dan tinggi badan meningkat. Masalah kesehatan seperti anemia menurun dan sekarang mereka tidak mudah mengantuk lagi di kelas, yang memungkinkan kesempatan belajar menjadi lebih baik,” ujarnya saat merinci perkembangan fisik siswa.

Selain itu, secara mental, para siswa kini menunjukkan sikap yang lebih disiplin, percaya diri, dan mulai meninggalkan ketergantungan pada gawai. Program Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan yang terintegrasi. Selain menyekolahkan anak, pemerintah melakukan pemberdayaan terhadap orang tua siswa melalui Koperasi Desa Merah Putih serta bantuan renovasi rumah agar lebih layak huni.

“Siswa Sekolah Rakyat ini menjadi bagian dari pengentasan kemiskinan; ini adalah miniatur di mana anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, dan rumahnya nanti dibantu melalui program strategis Presiden lainnya,” tegas Menteri Sosial terkait visi jangka panjang program ini.

Dari sisi capaian akademik, Sekolah Rakyat segera meluluskan 453 siswa dari berbagai jenjang, mulai dari SD hingga SMA. Sebanyak 162 siswa juga telah mencatatkan prestasi di tingkat nasional pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Saifullah Yusuf Menjawab Isu Miring Sekolah Rakyat

Terlepas dari klaim positif yang disampaikan Saifullah, program Sekolah Rakyat tidak lepas dari kritik, terutama saat program tersebut masih dalam tahap perencanaan. Dosen Program Studi Manajemen Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Dr. Subarsono, menilai bahwa penempatan program di bawah Kementerian Sosial kurang tepat karena urusan pendidikan merupakan domain kementerian teknis lainnya. Ia juga menyoroti penggunaan nama yang dianggap memiliki beban sejarah masa kolonial.

“Nah, saya kira ini menjadi problematik berada di bawah Kementerian Sosial karena tupoksinya bukan mengurusi masalah pendidikan. Jadi, ini dipertanyakan mengenai domain dari kebijakan itu. Kalau di bawah Kementerian Sosial saya pikir itu tidak tepat,” ujarnya pada Januari 2025 lalu.

Setelah berjalan, kritik tajam terhadap Sekolah Rakyat masih terus berdatangan. Terbaru, misalnya beredar isu miring seputar pengadaan barang seperti sepatu yang sempat viral. Pemerintah mengklarifikasi bahwa logistik tersebut merupakan pemberian pribadi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan bukan bersumber dari anggaran kementerian.

Peredaran isu tersebut bermula setelah foto Saifullah dan Khofifah yang tengah memberikan sepatu ke siswa Sekolah Rakyat viral di media sosial. Diketahui ada anggaran pengadaan sepatu tersebut yang kemudian dibandingkan dengan merek dan model sepatu serupa di pasaran. Sepatu yang tampak seperti dalam foto dijual dengan harga di bawah Rp700 ribu.

Saifullah memastikan seluruh proses lelang ke depan akan dilakukan secara terbuka dan diaudit ketat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sudah bertekad menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo untuk tidak melakukan penyimpangan, tidak otak-atik anggaran, dan tidak korupsi karena sudah bukan zamannya lagi melakukan kongkalikong anggaran di kementerian,” kata Saifullah.

Kemudian Sekolah Rakyat juga disorot lantaran terdapat kendala lahan di wilayah seperti Temanggung dan Wonosobo dalam proses pembangunannya. Untuk itu, Kementerian Sosial berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Kejaksaan, Kepolisian, hingga KPK guna memastikan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat berjalan bersih dan tepat sasaran.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.