Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Menyingkap Adan-Adan: Benarkah “Raksasa” Kediri Ini Melampaui Kemegahan Borobudur?

Menyingkap Adan-Adan: Benarkah “Raksasa” Kediri Ini Melampaui Kemegahan Borobudur?

menyingkap-adan-adan:-benarkah-“raksasa”-kediri-ini-melampaui-kemegahan-borobudur?
Menyingkap Adan-Adan: Benarkah “Raksasa” Kediri Ini Melampaui Kemegahan Borobudur?
service

12 Mei 2026 10.19 WIB • 3 menit

Menyingkap Adan-Adan: Benarkah “Raksasa” Kediri Ini Melampaui Kemegahan Borobudur?


Dusun Puhsul di Desa Adan-Adan mendadak bertransformasi dari permukiman tenang menjadi pusat perhatian arkeologi nasional. Viral di berbagai platform media sosial, Situs Adan-Adan kini memicu perdebatan hangat di kalangan sejarawan dan masyarakat awam.

Narasi mengenai adanya “Borobudur kedua” di Jawa Timur muncul bukan tanpa alasan; sebuah makara raksasa ditemukan menyembul dari lapisan tanah, memberikan petanda bahwa ada kemegahan masa lalu yang terkubur dalam skala yang luar biasa di bawah kaki Gunung Kelud.

Simbolisme Makara dan Ambisi Arsitektur Abad ke-9

Daya tarik utama yang menggetarkan publik adalah ukuran ornamen makara yang ditemukan di lokasi ekskavasi. Dalam arsitektur klasik Nusantara, makara bukan sekadar hiasan estetis, melainkan simbol penjaga gerbang suci yang ukurannya selalu proporsional dengan dimensi bangunan utamanya.

Temuan makara di Adan-Adan memiliki dimensi yang jauh melampaui rata-rata temuan serupa di wilayah Jawa Timur.

Ikhwan, Juru Pelihara Situs Adan-Adan, menyatakan bahwa temuan ini memberikan gambaran tentang ambisi besar para pembangunnya di masa lalu.

“Biasanya ukuran makara menentukan besarnya candi. Bahkan ada peneliti yang menyebut makara di sini termasuk yang terbesar di Asia Tenggara,” ujar Ikhwan saat ditemui di lokasi situs.

Meskipun ukurannya masif, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Kediri menghimbau agar masyarakat tidak membandingkannya secara harfiah dengan volume fisik Candi Borobudur di Magelang.

Namun, dari segi luas kawasan, Adan-Adan diduga merupakan kompleks terintegrasi yang sangat luas. Area situs diperkirakan mencakup zona seluas 800 meter persegi, dengan potensi struktur pendukung yang membentang hingga ke desa-desa di sekitarnya, menciptakan sebuah lanskap religi yang masif pada zamannya.

Anomali Buddhis di Tanah Mataram Kuno

Salah satu poin yang menjadikan Situs Adan-Adan begitu istimewa dalam peta sejarah Nusantara adalah corak agamanya. Selama ini, mayoritas candi di Jawa Timur identik dengan pengaruh Hindu dari era Majapahit atau Singasari yang cenderung ramping dan tinggi.

Namun, Adan-Adan justru menampilkan wajah Buddhisme Mahayana yang kuat, diperkirakan berasal dari periode abad ke-9 hingga ke-11 Masehi—era yang bersamaan dengan puncak kejayaan Mataram Kuno.

Eko Priatno, Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Kabupaten Kediri, menegaskan bahwa situs ini adalah kunci untuk memahami dinamika religi di wilayah timur Jawa sebelum era Kediri dan Majapahit.

“Ciri Buddhisnya sangat jelas, mulai dari temuan kepala arca Buddha, fragmen stupa, hingga ornamen kepala kala yang khas. Di Jawa Timur, candi dengan latar belakang Buddha murni seperti ini sangat jarang. Inilah yang membuatnya menjadi pusaka sejarah yang tak ternilai,” kata Eko.

Struktur bangunan ini dirancang menggunakan konsep Mandala, sebuah pola geometris suci yang merepresentasikan alam semesta dalam ajaran Buddha. Pola ini mengindikasikan adanya bangunan inti di tengah yang dikelilingi oleh struktur-struktur perwara atau teras luar.

Jika ditarik garis lurus, muncul dugaan kuat adanya keterkaitan fungsional dengan Situs Tondowongso yang berjarak tiga kilometer, mengisyaratkan bahwa kawasan ini dulunya adalah pusat peradaban metropolitan kuno.

Jejak Bencana dan Proyek yang Membeku dalam Waktu

Keberadaan Situs Adan-Adan yang ditemukan terkubur jauh di bawah permukaan tanah memicu teori tentang akhir tragis peradaban tersebut. Para arkeolog menemukan bagian puncak stupa justru berada di lapisan bawah dekat struktur dasar, sebuah indikasi bahwa bangunan ini roboh secara vertikal akibat guncangan hebat atau beban material vulkanik yang luar biasa.

“Bagian stupanya sudah ditemukan di bawah, jadi kemungkinan dulu roboh. Penyebabnya belum diketahui pasti, namun aktivitas vulkanik Gunung Kelud menjadi dugaan terkuat yang mengakhiri eksistensi bangunan ini,” tambah Ikhwan.

Selain faktor amukan alam, terdapat misteri lain yang menyelimuti situs ini: beberapa bagian arca dan ornamen ditemukan dalam kondisi belum selesai dipahat. Temuan ini memberikan gambaran dramatis tentang sebuah “proyek suci” yang terhenti secara mendadak.

Entah karena letusan gunung berapi yang memaksa eksodus massal, atau perubahan stabilitas politik yang drastis, Adan-Adan seolah menjadi “fosil waktu” yang merekam detik-detik terakhir sebuah peradaban sebelum akhirnya tertidur selama seribu tahun di bawah tanah Kediri.

Kini, dengan berlanjutnya proses ekskavasi, harapan besar digantungkan agar Adan-Adan dapat berbicara lebih banyak mengenai identitas asli jati diri bangsa yang selama ini tersembunyi di balik lapisan abu vulkanik.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.