Bentang Alam Seblat resmi menyandang status Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), akhir 2017 lalu. Koridor ini diharapkan dapat menjamin kehidupan gajah sumatera serta satwa lainnya, termasuk harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) –yang berada di luar kawasan konservasi. “Koridor gajah adalah jalur hidup satwa. Kalau koridor terputus, maka populasi akan terancam. Ini tanggung jawab kita semua untuk menjaganya,” kata Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, saat mengunjungi Bengkulu pada akhir Desember 2025 lalu. Ironisnya, kematian gajah dan harimau di Bentang Alam Seblat terus berulang. Berdasarkan data Koalisi Selamatkan Bentang Seblat, sejak KEE diresmikan, sekitar tujuh ekor gajah sumatera dan satu ekor harimau sumatera ditemukan mati. Kasus matinya gajah ini, termasuk yang terbaru induk betina dan anak serta satu harimau sumatera (jantan, umur dua tahun)– yang dilaporkan pada Kamis (30/4/2026). “Itu baru yang terekam, jumlah sesungguhnya sangat mungkin lebih besar, mengingat keterbatasan pemantauan di lapangan,” tulis Koalisi Bentang Alam Seblat dalam rilisnya, Jumat (1/5/2026). Koalisi ini terdiri Kanopi Hijau Indonesia, Auriga Nusantara, Genesis Bengkulu, Lingkar Inisiatif Indonesia, dan Save Gajah Seblat. Bentang Alam Seblat merupakan habitat alami gajah sumatera. Foto: Instagram#savegajahseblat Iswadi, Ketua Lingkar Inisiatif Indonesia menambahkan, untuk kematian harimau, yang ditemukan secara lansung memang satu individu. “Tetapi indikasi harimau mati terkena jerat pemburu setidaknya ada 5 kematian,” jelasnya kepada Mongabay Indonesia, Senin (18/5/2026). Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa harimau sudah mati sejak 5–6 hari sebelum ditemukan. Sementara, dua gajah sudah mengalami pembusukan lanjut, dan diperkirakan sudah mati 8–10 hari. Iding Achmad Haidir, Ketua Forum HarimauKita (FHK),…This article was originally published on Mongabay
Kematian Gajah dan Harimau, Amankah Koridor Satwa di Bentang Alam Seblat?
Kematian Gajah dan Harimau, Amankah Koridor Satwa di Bentang Alam Seblat?





Comments are closed.