Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Sambat
  3. Belajar Mengitari Israel

Belajar Mengitari Israel

belajar-mengitari-israel
Belajar Mengitari Israel
service

Kebetulan tulisan saya kemarin di rubrik ini bertali-singgung dengan Israel. Kebetulan juga saya seorang pemalas akut. Daripada cari bahan nyangkem baru, mending lanjut ngrasani Israel saja. Mumpung masih viral dan anget. (Kapan Israel tidak viral dan anget?).

Oke, lupakan world cup U-20, FIFA, Erick Tohir, sambatan Hokky Caraka, atau penolakan-penolakan yang menyebabkan dramaturgi geger wong ngoyak pildun itu. Selain sepakbola ternyata memang bukan gawan bayi bangsa kita, juga karena PSSI sudah sebaiknya berhenti hidup sebagai memori kolektif di dalam kepala kita semua. Berikan mereka waktu untuk menentukan apakah sebaiknya beralih menjadi paguyuban mancing atau komunitas kontes kicau burung. Mengingat kredibilitas mereka yang makin ke sini makin nyungsep (Jw: merosot), sudah saatnya mereka mengurus hal-hal yang lebih sederhana dan tidak membutuhkan IQ yang prima-prima amat.

Bicara Israel, saya selalu ingat Etgar Keret (alih-alih ingat imperialismenya), penulis cerpen dan novel bergaya ngocol kelahiran Ramat Gan. Jokes-jokes garingnya (hampir segaring Teuku Wisnu) seperti memang disengaja untuk mengikis kebencian pembaca terhadap tanah kelahirannya. Saya selalu senang untuk mengungkapkan ini, “kalau ada satu alasan untuk tidak membenci Israel, itu adalah Etgar Keret.”

Performa kocaknya agak sedikit menurun di buku terakhirnya yang saya beli, “Galat di Ujung Galaksi“. Tapi tetap tidak membuat rasa kagum saya berkurang. Karena kapan pun hidup sumpek, kita tetap bisa membaca “Cara Menulis Kreatif“, “Supir Bus  yang Bercita-cita Menjadi Tuhan“, atau “Crazy Glue“.

Tetapi saya tahu kamu-kamu ini tidak ada yang suka membaca. Kamu og. Lihat judul berita di Twitter saja langsung di-quote tweet sebelum dibuka link-nya. Kalau ada postingan infografis, pertanyaanmu di kolom komentar adalah sesuatu yang sudah dijelaskan di dalam infografisnya. Tingkat baca rendah tapi tingkat nggemesi-nya tinggi. Kita og. Benar-benar sudah tidak ada yang mengagetkan di sini. Kecuali ketika kemarin Megawati bertanya, “kangen apa tidak sama ibu?” WKWKWK.

Selain lewat sastra, kamu juga sebenarnya bisa berkenalan dengan Israel lewat dunia film. Ada series berjudul “Fauda” di Netflix. Doron beserta tim spionase khususnya ditugasi membantu Mossad untuk mengurai atau menggagalkan serangan-serangan teror para jihadis Palestina. Terdiri dari 4 seasons, kamu akan disuguhi kelindan konflik yang setidaknya bisa membuatmu tidak terlalu biner hitam-putih memandang konflik perang tak berkesudahan ini.

Ada Israel, Yahudi, dan Zionis. Tiga-tiganya kadang adalah satu di dalam pemahaman kita. Kemudian Yahudi punya turunan, ada suku Ashkenazi, Sephardi, dan Mizrahim. Ketiganya belum tentu setuju dengan Israel, apalagi Zionisme. Terus ada lagi Naturei Karta. Agudath Yisrael. Yudaisme Haredi. Yahudi pun ada yang liberal, ultra-liberal, ortodoks, agak ortodoks, bisa juga ultra-ortodoks. Kalau Israel Adesanya sih masih mudah dipahami, sekadar fighter wibu yang bulan kemarin kehilangan sabuk light-heavyweight-nya di tangan Alex Pereira.

Sementara di tempat saya ada satu kawasan yang dijuluki ‘ISRAEL’: Istana Raja Lonthe. Yang itu paling mudah dipelajari. Israel yang terakhir adalah Israel dengan pengertian paling kalcer di dalam batok kepala saya.

Bagaimana, bingung kan? Sama, saya juga. Tapi setidaknya lumayan, orang bingung itu sering terhindar dari sikap judgemental dan sok iyes. Tinggal dibumbui sedikit curiosity dan paket data, niscaya kumpulan para bingung akan lahir kembali di dunia sebagai selancar peta ilmu. Kecuali hobimu memang menolak-nolak ilmu pengetahuan, maka tidak ada yang aneh dari kejadian sepekan terakhir. Sudah fix kalian ini individu mbalelo. Cocok masuk parlemen jadi sohibnya Arteria Dahlan.[]

Dramaga, 3 April 2023

________________

Editor: M. Naufal Waliyuddin

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.