Wed,5 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Viral Perawat di Probolinggo Dibegal Ternyata Hoaks, Motor Dijual untuk Kebutuhan Keluarga

Viral Perawat di Probolinggo Dibegal Ternyata Hoaks, Motor Dijual untuk Kebutuhan Keluarga

viral-perawat-di-probolinggo-dibegal-ternyata-hoaks,-motor-dijual-untuk-kebutuhan-keluarga
Viral Perawat di Probolinggo Dibegal Ternyata Hoaks, Motor Dijual untuk Kebutuhan Keluarga
service

Probolinggo (beritajatim.com) – Kabar seorang perawat RS Waluyojati Kraksaan yang disebut menjadi korban pembegalan di wilayah Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya terungkap sebagai cerita bohong.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi memastikan peristiwa pembegalan yang sempat viral di media sosial itu tidak pernah terjadi.

Pria berinisial NPW, yang diketahui bekerja sebagai perawat di RS Waluyojati Kraksaan, mengakui telah merekayasa cerita menjadi korban begal untuk menutupi penjualan sepeda motor milik ayahnya. Pengakuan tersebut sekaligus membantah informasi yang sebelumnya beredar luas dan sempat memicu keresahan masyarakat.

Sebelumnya, kabar pembegalan itu menyebar cepat di berbagai platform media sosial. Dalam narasi yang beredar, NPW dikabarkan menjadi korban kejahatan jalanan saat melintas di wilayah Kraksaan hingga kehilangan sepeda motor yang dikendarainya. Informasi tersebut memicu kekhawatiran warga terkait kondisi keamanan dan maraknya aksi kriminalitas di Kabupaten Probolinggo.

Namun hasil penyelidikan aparat kepolisian menunjukkan fakta yang berbeda. Polisi tidak menemukan adanya tindak pidana pembegalan sebagaimana yang dilaporkan. Tidak ada pelaku, tidak ada aksi perampasan kendaraan, dan tidak ada peristiwa kriminal yang terjadi di lokasi yang disebutkan.

Dalam pemeriksaan, NPW mengakui bahwa sepeda motor Honda Beat tahun 2014 milik ayahnya telah dijual kepada seseorang di wilayah Kraksaan dengan harga Rp1,5 juta. Hasil penjualan kendaraan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

“Saya membuat cerita palsu bahwa saya telah dibegal. Saya melakukan hal tersebut karena kebutuhan ekonomi keluarga,” ujar NPW kepada penyidik.

Untuk memperkuat skenario yang dibuatnya, NPW diduga sengaja menyusun rangkaian kejadian agar terlihat seperti korban tindak kejahatan. Setelah menjual sepeda motor, ia membeli silet dan menuju kawasan timur Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kraksaan.

Di lokasi tersebut, NPW melukai dirinya sendiri pada bagian tangan dan kepala guna menciptakan kesan telah menjadi korban kekerasan saat pembegalan.

“Saya melukai tangan dan kepala saya sendiri menggunakan silet, kemudian meminta bantuan seseorang yang tidak saya kenal untuk diantar berobat ke RS Waluyojati Kraksaan,” ungkapnya.

Pengakuan itu membongkar seluruh cerita yang sempat dipercaya banyak pihak. Dalam keterangannya, NPW juga menegaskan bahwa tidak ada orang lain yang terlibat dalam rekayasa tersebut. Semua tindakan dilakukan atas inisiatifnya sendiri.

Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh NPW. Menurutnya, laporan palsu semacam itu tidak hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, tetapi juga menguras waktu dan sumber daya aparat kepolisian yang harus melakukan penyelidikan.

“Kami berharap kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Dengan alasan apa pun, cerita bohong seperti ini dapat meresahkan masyarakat dan mengganggu situasi kamtibmas yang selama ini kondusif,” tegas Kompol Masykur.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat memicu kepanikan dan membentuk persepsi yang keliru mengenai kondisi keamanan suatu daerah.

Terungkapnya fakta di balik kabar viral tersebut sekaligus menjawab keresahan warga yang sempat khawatir dengan isu maraknya aksi begal di wilayah Kraksaan. Polisi memastikan bahwa peristiwa pembegalan yang ramai diperbincangkan itu tidak pernah terjadi dan merupakan hasil rekayasa yang dibuat oleh pelapor sendiri. Ke depan, aparat mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap informasi yang diterima agar dapat diverifikasi kebenarannya sebelum disebarluaskan kepada publik. (ted)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.