Sun,2 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Harimau Makin Terdesak Ketika Hutan Sumatera Barat Terus Hilang

Harimau Makin Terdesak Ketika Hutan Sumatera Barat Terus Hilang

harimau-makin-terdesak-ketika-hutan-sumatera-barat-terus-hilang
Harimau Makin Terdesak Ketika Hutan Sumatera Barat Terus Hilang
service

Konflik harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) masih terus terjadi di Sumatera Barat (Sumbar). Sepanjang 2025, lebih 20 kasus konflik tersebar di beberapa kabupaten di Sumbar, antara lain, Kabupaten Agam, Pasaman dan Solok Selatan.  Terbaru, pada 21 Mei, harimau  anakan kena jerat babi di Pasaman,  sehari setelah itu, anakan harimau masuk kandang jebak di Agam. Kerusakan hutan jadi salah satu pemicu hewan belang ini keluar dari habitatnya. Analisis citra satelit sentinel oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI menemukan 20.000 hektar hutan hilang di Ranah Minang selama dua tahun belakangan (2023-2025). Pada 2023 luas tutupan hutan 1.752.567 hektar, berkurang menjadi 1.731.672 hektar pada 2025. Di kawasan konservasi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar mengamini kerusakan yang terjadi. Misal, di Cagar Alam (CA) Malampah, CA Barisan, CA Panti, Suaka Margasatwa (SM) Malampah Alahan Panjang dan CA maninjau. “Ada penebangan, penambangan, illegal logging dan pembukaan kebun, tingkat kerusakan ada yang sudah parah, ada yang masih bisa tidak dilakukan rehab dan ada yang hanya butuh pengamanan saja,” kata Antonius Vevri, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDA Sumbar. Ade Putra, Kepala Resort Maninjau BKSDA Sumbar, menyebut, masih terdapat aktivitas ilegal seperti pembalakan liar, perambahan, perburuan, perkebunan maupun pertambangan di beberapa kawasan konservasi di Agam ataupun Pasaman. “Alih fungsi lahan dari hutan jadi non hutan menjadi salah satu penyebab interaksi negatif satwa liar, khususnya harimau,” katanya. Kondisi ini menjadi sorotan Walhi Sumbar. Tommy Adam, Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sumbar, mengkritik lemahnya upaya perlindungan in-situ. “Lemah karena pada faktanya kawasan-kawasan habitat harimau itu sudah terfragmentasi mulai dari…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.