Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bagi Masyarakat Sumba, Kuda Bukan Sekadar Tunggangan, Tapi Identitas Budaya

Bagi Masyarakat Sumba, Kuda Bukan Sekadar Tunggangan, Tapi Identitas Budaya

bagi-masyarakat-sumba,-kuda-bukan-sekadar-tunggangan,-tapi-identitas-budaya
Bagi Masyarakat Sumba, Kuda Bukan Sekadar Tunggangan, Tapi Identitas Budaya
service

Hamparan sabana yang luas, perbukitan bergelombang, dan kawanan kuda yang berlari bebas telah lama menjadi wajah Pulau Sumba. Namun, bagi masyarakat Sumba, kuda bukan sekadar penghias lanskap. Hewan yang mereka sebut ‘ndara’ ini merupakan bagian dari identitas budaya yang telah menyatu dengan kehidupan selama berabad-abad. Bagi masyarakat Tanah Marapu, kuda menempati posisi yang nyaris setara dengan leluhur. Bahkan, berbeda dengan hewan peliharaan lain, kuda di Sumba tidak diberi nama karena dianggap memiliki kedudukan yang terlalu mulia untuk dipersonalisasi. Kuda hadir dalam hampir seluruh fase kehidupan: menjadi alat transportasi, simbol status sosial, bagian dari mas kawin (belis), hewan kurban dalam upacara adat, hingga dipercaya sebagai tunggangan terakhir menuju alam baka. Tak heran jika di antara ternak penting masyarakat Sumba seperti babi, kerbau, dan kuda, justru kuda dianggap memiliki peran paling lengkap. Kuda khas Sumba dikenal sebagai Sandalwood Pony, salah satu rumpun kuda asli Indonesia. Nama “Sandalwood” berasal dari kayu cendana yang dahulu menjadi komoditas ekspor utama Nusa Tenggara. Secara fisik, kuda ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 110–130 sentimeter. Tubuhnya kompak, berdada lebar, dengan telinga kecil dan surai tebal. Meski bertubuh mungil, keunggulan utamanya justru terletak pada daya tahan. Selama ratusan tahun, Sandalwood berkembang di lingkungan savana Sumba yang panas dan kering. Adaptasi itu membuatnya mampu berjalan jauh, bekerja di medan berbukit, serta bertahan dengan pakan yang relatif terbatas. Ketahanan tersebut juga menjadi alasan mengapa rumpun ini dikenal lebih tahan terhadap cuaca tropis dibanding banyak kuda impor. Kemampuan itulah yang dahulu menjadikan Sandalwood sebagai alat transportasi utama masyarakat, bahkan kendaraan perang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.