Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Trimeresurus insularis, Ular Berbisa 3 Warna yang Jago Kamuflase

Trimeresurus insularis, Ular Berbisa 3 Warna yang Jago Kamuflase

trimeresurus-insularis,-ular-berbisa-3-warna-yang-jago-kamuflase
Trimeresurus insularis, Ular Berbisa 3 Warna yang Jago Kamuflase
service

Warnanya menyatu dengan dedaunan dan bebatuan di tepian sungai. Tanpa kejelian mata seorang peneliti, keberadaan ular hijau itu, akan terlewat begitu saja. Momen itu yang dialami Annisa Ramdani (29), biodiversity surveyor yang telah menyelesaikan studi Magister Biologi di Universitas Nasional (UNAS). Saat survei herpetofauna di kawasan konservasi Tatar Sepang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dia bersama tim berhasil mendokumentasikan Trimeresurus insularis. Ular berbisa ini dikenal punya kemampuan kamuflase sangat baik. Perjumpaan itu terjadi pukul 21.00 malam, tidak lama setelah hujan reda. Kawasan yang mereka telusuri berupa hutan lebat dengan aliran sungai tenang. Menurut Annisa, individu pertama yang ditemukan di atas batu, sekitar 100-200 meter dari sungai. “Awalnya kami tidak sadar jika ular tersebut di atas batu,” ujarnya, Senin (20/7/26). Trimeresurus insularis berwarna hijau di hutan konservasi Tatar Sepang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Foto: Dok. Annisa Ramdani. Tiga puluh menit kemudian, tim kembali menemukan individu lain dari spesies yang sama. Lokasinya di tepian sungai. Meski terbiasa survei keanekaragaman hayati, Annisa mengaku tetap gugup ketika berhadapan langsung dengan ular berbisa. Dia memilih mengamati dan memotret dari jarak aman, sementara rekan-rekannya yang punya pengalaman menangani ular memastikan seluruh proses dokumentasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan. “Saya senang karena bisa mendokumentasikan ular berbisa langsung di habitat alaminya.” Trimeresurus insularis berwarna hijau yang jago kamuflase. Foto: Dok. Annisa Ramdani. Daya tarik Menurut Annisa, daya tarik reptil berdarah dingin ini adalah warna tubuhnya yang hijau cerah dengan ujung ekor kemerahan. Di habitat alaminya, warna tersebut justru jadi kamuflase efektif, sehingga sulit dikenali di antara…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.