Darmawan Ahmad Mukharror, yang akrab disapa Gharonk, memulai perjalanannya mengenal dunia bawah laut pada usia 34 tahun. Meski terbilang terlambat belajar menyelam, pengalaman itu justru mengubah arah hidupnya. Ketertarikannya terhadap hiu tumbuh setelah menonton film The Sharkman, yang memperlihatkan sisi lain predator laut tersebut. Selama ini, hiu lebih sering digambarkan sebagai hewan ganas yang mengancam manusia. Padahal, informasi mengenai perilaku dan peran pentingnya bagi ekosistem laut masih jarang diketahui masyarakat. Hal inilah yang mendorong Gharonk untuk mengenal hiu secara lebih mendalam. Pada 2014, ia menjadi satu-satunya orang Indonesia yang memiliki sertifikat PADI AWARE Shark Conservation Diver Instructor, yaitu instruktur selam spesialis konservasi hiu. Insinyur Teknik Kimia lulusan Institut Teknologi Bandung itu kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang Ilmu Kelautan, Universitas Indonesia. Gharonk menemukan bahwa kebanyakan penelitian hiu di Indonesia masih berfokus pada individu yang ditangkap nelayan dan didaratkan di pelabuhan. Penelitian semacam itu umumnya mengkaji bentuk tubuh, aspek biologi, dan makanan hiu. Sementara, perilaku hiu di habitat alaminya belum banyak diteliti. Padahal, studi perilaku membutuhkan pengamatan jangka panjang, bahkan hingga puluhan tahun. Untuk membiayai penelitian secara berkelanjutan, Gharonk mendirikan Shark Diving Indonesia di Morotai, Maluku Utara. Pendapatan dari wisata selam dan dana pribadinya digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian. Wisatawan tidak hanya diajak menikmati perjumpaan dengan hiu, tetapi juga belajar memahami perilakunya di alam. Penelitiannya berfokus pada hiu karang dan interaksinya dengan manusia di Morotai dan Halmahera. Ia menggunakan metode kamera bawah air dengan umpan atau BRUV serta sensus video bawah air. Teknik ini dapat merekam perilaku, keragaman, dan kelimpahan ikan…This article was originally published on Mongabay
Gharonk, Merintis Wisata Selam untuk Meneliti Hiu di Morotai
Gharonk, Merintis Wisata Selam untuk Meneliti Hiu di Morotai





Comments are closed.