Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Features
  3. Jejak Berdarah di Jalan Ambisi Nol Karbon Kendaraan Listrik

Jejak Berdarah di Jalan Ambisi Nol Karbon Kendaraan Listrik

jejak-berdarah-di-jalan-ambisi-nol-karbon-kendaraan-listrik
Jejak Berdarah di Jalan Ambisi Nol Karbon Kendaraan Listrik
service

Jejak Berdarah di Jalan Ambisi Nol Karbon Kendaraan Listrik

Rendah karbon dan dianggap jadi simbol ekonomi bersih, kendaraan listrik kini berhasil jadi primadona baru di pasar otomotif. Namun proses menuju nol emisi karbon yang ditempuh Indonesia melalui kendaraan listrik ternyata menciptakan jejak berdarah bagi masyarakat dan lingkungan. 

Koalisi Masyarakat Sipil membuat kampanye bertajuk “Bloody Nickel: Sisi Gelap Kendaraan Listrik” untuk mengungkap praktik kotor di balik produksi kendaraan listrik. Kisah dari Ayunia Muis, jadi pengantar. Ia menjadi salah satu korban tambang nikel di Desa Torobulu, Sulawesi Tenggara.

Ya, kendaraan listrik menggunakan nikel dan kobalt sebagai bahan dasarnya. 

“Mereka (perusahaan) sudah lama beroperasi, namun saat 2019 mulai masuk pemukiman,” tutur Ayu kepada Deduktif dalam kampanye tersebut, Minggu (5/5/2024). 

Koalisi Masyarakat Sipil yang digawangi oleh Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menggelar aksi geruduk di Pameran Kendaraan Listrik Perklindo Electric Vehicle Show (PEVS). Di rumah Ayu, tambang nikel hanya berjarak lima meter dari pemukiman dan sekolah dasar. 

Jejak berdarah perusahaan tambang nikel tak berhenti di sana, mereka juga menambang sumber air konsumsi warga Torobulu. Imbas invansi pertambangan membuat laut di sekitar pemukiman terkontaminasi dan udara tercemar debu pertambangan.

Berbagai cara dikerahkan Ayu dan warga untuk membela hak mereka. Mereka  bermediasi dengan Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga pada 2023, namun hasilnya hanya rekomendasi menambang berjarak sepuluh meter dari jalan. Pontang-panting menagih hak, masyarakat justru dijadikan tersangka.

“Sampai saat ini 32 orang dari kami menjadi tersangka di Polda Sulawesi Tenggara akibat menghalang-halangi proses penambangan,” ucap Ayu.

Konflik pertambangan serupa terjadi juga di Dairi, Sidikang, Sumatera Utara. Warga terang-terangan menolak investasi ekstraktif di daerahnya karena perusahaan tambang PT Dairi Prima Mineral (Dairi Prima) beroperasi tepat di atas patahan gempa. Mereka juga tidak memiliki dokumen analisis geologi.

Warga Dairi, Sidikang, Sumatra Utara telah mengajukan pengaduan masalah izin tambang. Hanya saja, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak menerima kasus tersebut.

“Situasi sangat rumit karena kebijakan pertambangan lebih menguntungkan politisi yang berkuasa, dan pemerintahan tetap diisi orang yang sama,” jelas Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Melky Nahar, Sabtu (4/5/2024).

Caption 

Pameran 001
Sejumlah foto perjuangan melawan tambang terpampang di dinding Pameran Tandingan Kendaraan Listrik 2024, Sabtu (4/5/2024).

Pameran 002
Seorang pengunjung mengabadikan momen pameran “Bloody Nickel” dengan memotret foto-foto tentang penambangan, Sabtu (4/5/2024).

Aksi 001
Massa aksi “Bloody Nickel: Sisi Gelap Kendaraan Listrik” memadati pintu masuk pameran Kendaraan Listrik Perklindo Electric Vehicle Show (PEVS) di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat pada Minggu (5/5/2024).

Aksi 002
Ayunia, salah satu warga yang terkena dampak buruk pertambangan di Sulawesi Utara ikut meramaikan aksi, Minggu (5/5/2024).

Aksi 003
Peserta aksi melakukan unjuk rasa di luar Gedung Jiexpo setelah dipaksa keluar oleh polisi dan petugas keamanan, Minggu (5/5/2024).

Aksi 004
Peserta aksi dari Ibu Kota Nusantara (IKN), Adjie Valeria turut berkontribusi di Aksi Geruduk Pameran Kendaraan Listrik, Minggu (5/5/2024).

Aksi 005
Para demonstran berfoto bersama di luar Gate IX setelah selesai berorasi, Minggu (5/5/2024).

Penulis dan Reporter: Febria Adha Larasati
Editor: Aditya Widya Putri
 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.