Tue,4 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Cuma 6% Gen Z dan Milenial yang Mau Jadi Bos, Makna Dianggap Lebih Penting dalam Pekerjaan

Cuma 6% Gen Z dan Milenial yang Mau Jadi Bos, Makna Dianggap Lebih Penting dalam Pekerjaan

cuma-6%-gen-z-dan-milenial-yang-mau-jadi-bos,-makna-dianggap-lebih-penting-dalam-pekerjaan
Cuma 6% Gen Z dan Milenial yang Mau Jadi Bos, Makna Dianggap Lebih Penting dalam Pekerjaan
service

2 Agustus 2026 23.00 WIB • 1 menit

Foto oleh Eliott Reyna di Unsplash


Cita-cita menduduki kursi pimpinan tertinggi di perusahaan kini tidak lagi menjadi impian utama bagi mayoritas pekerja muda

Laporan riset Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey 2025 mencatat pergeseran pandangan yang drastis dalam dunia kerja. Hanya 6 persen responden Gen Z dan milenial yang menetapkan posisi kepemimpinan atau jabatan bos sebagai target utama dalam perjalanan karier mereka.

Penelitian skala global yang melibatkan puluhan ribu responden di 44 negara ini mengindikasikan bahwa indikator kesuksesan karier telah berubah secara mendasar.

Generasi muda tidak lagi berorientasi pada hierarki jabatan tradisional yang kaku. Mereka kini menempatkan fleksibilitas kerja, keselamatan kondisi finansial, kesehatan mental yang stabil, serta ruang pertumbuhan pribadi sebagai prioritas di atas gelar pekerjaan.

Pola pikir baru ini mengubah cara mereka memilih tempat kerja. Kesempatan untuk terus belajar dan mengasah kemampuan baru menjadi pertimbangan utama saat memutuskan bergabung dengan sebuah perusahaan.

Soft Skill Tetap Utama di Tengah Serbuan AI

Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di ruang kerja harian diakui membawa kecemasan tersendiri bagi pekerja pemula. 

Sebagian besar responden mengkhawatirkan otomatisasi sistem yang berpotensi memangkas ketersediaan lapangan kerja level dasar.

Kondisi ini memicu keraguan terhadap relevansi kurikulum perguruan tinggi, sehingga sebagian generasi muda mulai melirik pendidikan vokasi dan program magang praktis yang lebih terjangkau.

Meskipun keterampilan mengoperasikan AI dinilai penting, mayoritas Gen Z dan milenial sepakat bahwa kemampuan nonteknis (soft skill) tetap menjadi fondasi paling krusial dalam keberlanjutan karier.

Fleksibilitas komunikasi, kepemimpinan adaptif, empati antarpersonal, kemampuan membangun jejaring relasi, serta manajemen waktu dinilai jauh lebih berharga dan tidak mudah digantikan oleh mesin.

Keseimbangan Finansial dan Makna Pekerjaan

Di luar urusan pengembangan keterampilan, tekanan kondisi keuangan jangka panjang dan biaya hidup harian masih menjadi pemicu utama stres kerja.

Rasa aman secara finansial terbukti berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan dan kesehatan mental pekerja di tempat kerja. Selain isu gaji, nilai kepedulian sosial menjadi benteng pertimbangan yang kaku.

Para pekerja muda tidak ragu untuk menolak penugasan, membatalkan lamaran kerja, atau bahkan mengundurkan diri dari perusahaan jika visi operasional kantor bertentangan dengan prinsip moral pribadi mereka.

Adanya penghasilan yang memadai, jam kerja yang masuk akal, serta lingkungan kantor yang mendukung kesehatan mental pun dianggap menjadi prasyarat mutlak bagi industri jika ingin mempertahankan talenta muda berbakat di masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.