Tue,18 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Di Balik Lumpuhnya Pelabuhan Gilimanuk: Armada Kapal Bertambah, Dermaga Tak Memadai

Di Balik Lumpuhnya Pelabuhan Gilimanuk: Armada Kapal Bertambah, Dermaga Tak Memadai

di-balik-lumpuhnya-pelabuhan-gilimanuk:-armada-kapal-bertambah,-dermaga-tak-memadai
Di Balik Lumpuhnya Pelabuhan Gilimanuk: Armada Kapal Bertambah, Dermaga Tak Memadai
service

Jakarta, NU Online

Penumpukan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, sempat menyebabkan kemacetan hingga 45 km di jalur Denpasar-Gilimanuk pada 15 Maret 2025. Kini, arus lalu lintas mulai terurai seiring perayaan Nyepi pada 19-20 Maret 2026.

Bukan tanpa alasan, Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno menilai, masalah utama kemacetan tersebut ada pada penambahan armada kapal yang tidak dibarengi dengan pembangunan dermaga.

“Baik dari aspek jumlah, kualitas, maupun kapasitas,” katanya kepada NU Online pada Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, selama infrastruktur dermaga tidak ditambah, ruas jalan menuju pelabuhan akan terus terbebani dan beralih fungsi menjadi area parkir kendaraan.

Selain itu, ia juga melihat sistem kedatangan ke pelabuhan yang belum tertata, sehingga menjadi persoalan mendasar bukan sekadar lonjakan volume kendaraan. Menurutnya, perlu diberlakukannya penerapan sistem tiket daring (online booking) bagi setiap kendaraan.

“(Sehingga) perbaikan manajemen kedatangan kendaraan dapat secara terjadwal,” jelasnya.

Tak hanya itu, katanya, pemerintah juga perlu menyediakan zona penyangga (buffer zone) yang memadai sebelum kendaraan memasuki area utama pelabuhan agar antrean kendaraan tidak meluber dan memacetkan jalan nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo, menilai selain faktor perayaan besar seperti Nyepi 2026, akses ke moda penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk masih terlalu terbuka. Sehingga, ribuan kendaraan dapat langsung ke pelabuhan meski belum punya tiket.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keterbatasan kapasitas dermaga menjadi kendala utama. Meski jumlah armada kapal bertambah, ketersediaan dermaga tidak meningkat secara proporsional.

“Ketimpangan ini semakin nyata dengan adanya jalan tol yang mempercepat laju kendaraan menuju pelabuhan, sementara dermaga sebagai kelanjutan sistem transportasi belum dikembangkan secara seimbang,” terangnya.

Ia menilai dermaga kini menjadi titik sumbatan utama karena kapal harus mengantre untuk bersandar. Akibatnya, terjadi efek domino yaitu keterlambatan sandar membuat kendaraan di pelabuhan tidak terangkut.

“Pada akhirnya memperpanjang barisan antrean hingga menutup akses jalan nasional,” katanya.

Dampaknya, jalan nasional terpaksa beralih fungsi menjadi area penyangga karena pelataran parkir pelabuhan sudah mencapai kapasitas maksimal.

“Kendaraan pun meluber hingga ke jalan raya, sehingga jalan nasional berubah menjadi kantong parkir darurat yang memicu kemacetan panjang,” terangnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.