Ringkasan Berita:
- Laga mini soccer Polres Jombang melawan PWI Jombang berlangsung unik karena seluruh pemain mengenakan kain sarung saat bertanding.
- Tim Polres Jombang menang 1-0 dalam pertandingan pembuka turnamen mini soccer HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
- Turnamen menjadi ajang mempererat silaturahmi antarunsur masyarakat dengan mengedepankan sportivitas dan kebersamaan.
Jombang (beritajatim.com) – Bukan hanya tentang mengejar kemenangan dan mencetak gol. Laga mini soccer antara Polres Jombang melawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang menghadirkan cerita berbeda di lapangan.
Pertandingan yang biasanya identik dengan kecepatan dan kelincahan itu berubah menjadi tontonan penuh tawa karena seluruh pemain harus mengenakan kain sarung.
Di balik skor akhir 1-0 untuk kemenangan Polres Jombang, tersimpan momen menarik ketika para pemain berusaha mengendalikan bola dengan gerakan yang terbatas. Sarung yang dikenakan menjadi tantangan tersendiri, tetapi justru membuat pertandingan semakin meriah dan menghibur.
Pertandingan tersebut berlangsung di lapangan Polres Jombang, Selasa (11/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak awal laga, dua tim tampil dengan identitas berbeda. Tim Polres Jombang mengenakan seragam berwarna kuning, sedangkan tim PWI Jombang memakai kaus hijau muda. Namun, keduanya memiliki kesamaan, yakni sama-sama menggunakan kain sarung sebagai perlengkapan wajib selama pertandingan.
Saat peluit panjang tanda dimulainya pertandingan berbunyi, bola langsung bergulir. Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menjadi salah satu pemain yang aktif membangun serangan. Ia mencoba menggiring bola menuju jantung pertahanan PWI Jombang.
Namun, upaya tersebut tidak berjalan mudah. Barisan pertahanan PWI Jombang mampu membaca pergerakan lawan dan menggagalkan serangan tersebut.
Tim PWI Jombang yang dipimpin M Mufid kemudian mencoba mengambil alih permainan. Beberapa kali pemain berhasil menggocek bola dan mengirim umpan ke area depan gawang Polres Jombang. Sayangnya, peluang yang tercipta belum mampu diselesaikan menjadi gol.
Pertandingan pun berlangsung sengit, meski tetap dibalut suasana penuh kegembiraan. Tantangan terbesar para pemain bukan hanya menghadapi lawan, tetapi juga beradaptasi dengan kain sarung yang membatasi ruang gerak.

Beberapa pemain terlihat kesulitan saat mengontrol bola karena langkah mereka tidak sebebas pertandingan biasa. Tidak jarang pemain harus kehilangan keseimbangan hingga terjatuh saat mencoba mengejar bola.
Setiap momen tersebut langsung mengundang gelak tawa. Para pemain yang berada di lapangan ikut tertawa, sementara penonton di pinggir lapangan memberikan sorakan meriah sembari memukul drum untuk menyemangati tim masing-masing.
Meski banyak menghadirkan hiburan, semangat kompetisi tetap terlihat. Kedua tim tetap berusaha menjaga permainan, menerapkan strategi, dan menunjukkan sikap sportif hingga pertandingan selesai.
Kerja keras tim Polres Jombang akhirnya membuahkan hasil. Sebuah gol berhasil diciptakan dan membawa tim tersebut unggul atas PWI Jombang dengan skor akhir 1-0.
Pertandingan unik tersebut menjadi laga pembuka dalam turnamen mini soccer yang digelar Polres Jombang. Turnamen ini diikuti 14 klub yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari Pejabat Utama (PJU) Polres Jombang, Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Jombang, jurnalis yang tergabung dalam PWI dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), tim gabungan, satuan fungsi, hingga Polsek rayon.
Dalam turnamen tersebut, setiap tim diperkuat lima pemain. Selain mengenakan sarung, peserta juga menghadapi tantangan lain berupa ukuran gawang yang lebih kecil dibandingkan mini soccer pada umumnya. Gawang yang digunakan memiliki panjang 1,75 meter dan tinggi 1,6 meter.
Pertandingan berlangsung dalam dua babak dengan durasi masing-masing 10 menit. Meski memiliki konsep berbeda, seluruh peserta tetap menunjukkan antusiasme dan semangat bertanding.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan, turnamen tersebut digelar tidak hanya untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antarunsur masyarakat.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan masyarakat, seperti disiplin, kerja sama, persatuan, serta menjaga kebugaran dan kesehatan.
“Melalui olahraga sepak bola, nilai disiplin, kerja sama, dan persatuan dapat terus ditanamkan sehingga tercipta masyarakat yang sehat, kompak, dan cinta tanah air. Semoga semangat sportivitas dan kebersamaan terus terjaga demi terciptanya lingkungan yang harmonis dan kondusif,” ujarnya.
Kapolres juga mengajak seluruh peserta menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai kesempatan memperkuat persatuan dan meningkatkan semangat gotong royong.
“Mari jadikan momentum peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai sarana memperkuat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, serta membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Nilai-nilai sportivitas merupakan bagian dari karakter bangsa yang harus terus dipelihara,” pesannya.
Selama pertandingan berlangsung, seluruh peserta menunjukkan semangat kompetitif yang sehat. Keterbatasan gerak akibat mengenakan sarung tidak mengurangi antusiasme para pemain untuk memberikan penampilan terbaik.
Pada akhirnya, laga mini soccer bersarung tersebut tidak hanya menghasilkan kemenangan bagi Polres Jombang. Lebih dari sekadar angka di papan skor, pertandingan itu menjadi simbol kebersamaan antara aparat kepolisian, wartawan, dan masyarakat dalam merayakan semangat kemerdekaan melalui olahraga yang penuh keceriaan. [suf]





Comments are closed.