Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Gajah Sumatera Tewas Lagi Dalam Konsesi PT RAPP

Ketika Gajah Sumatera Tewas Lagi Dalam Konsesi PT RAPP

ketika-gajah-sumatera-tewas-lagi-dalam-konsesi-pt-rapp
Ketika Gajah Sumatera Tewas Lagi Dalam Konsesi PT RAPP
service

Kematian gajah Sumatera di dalam konsesi perusahaan terjadi lagi. Pada 2 Februari lalu, satu gajah jantan mati di konsesi perkebunan kayu, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).  Organisasi masyarakat sipil mendesak, pemerintah harus sanksi tegas perusahaan  karena kematian berulang gajah Sumatera di  kawasan hutan tanaman industri perusahaan yang berelasi dengan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL), milik taipan Sukanto Tanoto itu. Winarno, warga yang menemukan bangkai gajah itu, melapor ke pihak keamanan setelah mencium bau busuk dan mendapati  gajah yang sudah tidak bergading. “Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tapi saya langsung melaporkannya ke pihak keamanan,” katanya, dalam siaran pers Humas Polda Riau, 5 Februari. Penemuan gajah  di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Persisnya di blok lindung RAPP, Sektor Ukui, yang punya nilai konservasi tinggi. Secara peruntukan, mestinya kawasan itu aman bagi gajah. Setelah mendapat informasi itu, RAPP berkoordinasi dengan pihak berwenang,  kepolisian dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Dua hari berturut-turut, tim gabungan mengecek lokasi, melakukan nekropsi atau bedah bangkai, hingga uji laboratorium forensik. Polda dan BBKSDA Riau baru menyampaikan keterangan publik, 6 Februari, siang. Hasilnya, gajah tersebut merupakan korban pembantaian. Polisi menemukan barang bukti dua potongan logam diduga proyektil atau anak peluru senjata api. Pertama, diameter 12,30 mm, panjang 16,30 mm. Kedua, serpihan proyektil panjang  6,94 mm. AKBP Ungkap Siahaan, Kepala Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau, menjelaskan, setelah tes pendahuluan berdasarkan Scientific Criminal Investigation (SCI), dua potongan logam itu positif timbal, tembaga atau kuningan, dan nitrat mesiu gunshot residue…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.