Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kiamat di Pulau Maria: Saat Setan Tasmania Menghabiskan Seluruh Populasi Penguin

Kiamat di Pulau Maria: Saat Setan Tasmania Menghabiskan Seluruh Populasi Penguin

kiamat-di-pulau-maria:-saat-setan-tasmania-menghabiskan-seluruh-populasi-penguin
Kiamat di Pulau Maria: Saat Setan Tasmania Menghabiskan Seluruh Populasi Penguin
service

Upaya manusia untuk memperbaiki kerusakan alam sering kali berujung pada konsekuensi yang tidak terduga. Dalam dunia konservasi, memindahkan sebuah spesies ke habitat baru demi menyelamatkannya dari kepunahan sering dianggap sebagai solusi heroik. Namun, sejarah mencatat bahwa campur tangan manusia dalam ekosistem yang sudah stabil dapat memicu efek domino yang menghancurkan biodiversitas lokal. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian dunia saat ini adalah kegagalan eksperimen ekologi di sebuah pulau kecil di Australia. Penguin kecil [Eudyptula minor] yang menjadi mangsa setan Tasmania. Foto: Wikimedia Commons/JJ Harrison/CC BY-SA 3.0/Free to share Pulau Maria, sebuah daratan yang tenang di pesisir timur Tasmania, semula merupakan suaka bagi ribuan burung laut dan mamalia kecil yang hidup tanpa gangguan predator besar. Keadaan ini berubah total pada tahun 2012 ketika pemerintah Australia memutuskan untuk menjadikan pulau ini sebagai benteng terakhir bagi setan Tasmania atau Sarcophilus harrisii. Langkah ini dilakukan untuk memisahkan populasi yang sehat dari ancaman penyakit tumor wajah yang sedang merajalela di daratan utama. Namun, memasuki tahun 2026, apa yang dimulai sebagai misi penyelamatan kini justru menjadi pusat perdebatan konservasi yang paling sengit karena dampak destruktifnya terhadap penghuni asli pulau tersebut. Musnahnya Koloni Penguin Akibat Predasi Agresif Laporan berkelanjutan hingga tahun 2026 mengonfirmasi bahwa kehadiran setan Tasmania telah menciptakan kiamat bagi koloni penguin kecil yang menetap di pulau tersebut. Berdasarkan data pemantauan BirdLife Australia, koloni yang awalnya berjumlah 3.000 pasangan tersebut telah menghilang. Hingga awal tahun ini, belum ditemukan tanda-tanda kembalinya penguin untuk bersarang di wilayah tersebut. Masuknya setan Tasmania ke ekosistem yang terisolasi ini terbukti…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.