Bagi masyarakat Bajo di Kampung Bajo Tilamuta, laut bukan sekadar sumber penghidupan. Laut adalah ruang hidup yang membentuk identitas, pengetahuan, serta tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Namun, kehidupan yang telah lama bergantung pada laut kini menghadapi berbagai tantangan. Hingga saat ini, masyarakat Bajo belum memiliki sistem pengaturan tenurial atau hak penguasaan wilayah laut yang disepakati secara formal. Ketidakjelasan batas wilayah tangkap membuat mereka rentan terhadap tekanan dari pihak luar, sementara perubahan iklim menyebabkan cuaca semakin sulit diprediksi dan memaksa sebagian nelayan melaut lebih jauh untuk mendapatkan ikan.
Dalam dua dekade terakhir, perubahan juga terjadi pada ekosistem pesisir. Warga mencatat pemutihan karang yang terjadi pada 2022, menurunnya populasi penyu di Pulau Tinumang, serta hilangnya dugong dari perairan Pulau Asiangi. Di sisi lain, perubahan sosial turut memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk berkurangnya minat generasi muda untuk melanjutkan profesi sebagai nelayan.
Melalui perjalanan ke Kampung Bajo Tilamuta, Mongabay Indonesia mendokumentasikan kehidupan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan laut. Film ini mengajak penonton mendengar langsung suara warga, memahami hubungan mereka dengan ruang laut yang telah dijaga secara turun-temurun, serta melihat berbagai tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan budaya, mata pencaharian, dan hak atas wilayah pesisir mereka.





Comments are closed.