Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mustahil tapi Nyata: Kupu-kupu Ini Terbang 4.200 Km melintasi Samudera Atlantik Tanpa Berhenti

Mustahil tapi Nyata: Kupu-kupu Ini Terbang 4.200 Km melintasi Samudera Atlantik Tanpa Berhenti

mustahil-tapi-nyata:-kupu-kupu-ini-terbang-4.200-km-melintasi-samudera-atlantik-tanpa-berhenti
Mustahil tapi Nyata: Kupu-kupu Ini Terbang 4.200 Km melintasi Samudera Atlantik Tanpa Berhenti
service

Gerard Talavera tidak mempercayai matanya saat menyisir pantai di Guyana Prancis pada Oktober 2013. Talavera adalah seorang ahli biologi evolusioner dari Institut Botani Barcelona dan penjelajah National Geographic yang terbiasa melihat fenomena alam yang unik. Namun, menemukan beberapa individu kupu-kupu Painted Lady (Vanessa cardui) di atas pasir pantai di Amerika Selatan adalah sebuah anomali besar. Sayap mereka robek dan tubuh mereka menunjukkan tanda kelelahan yang ekstrem. Spesies ini seharusnya tidak berada di sana karena habitat aslinya terletak ribuan mil jauhnya di Eropa dan Afrika. Perjalanan transatlantik epik kupu-kupu Painted Lady menunjukkan ketahanan luar biasa mereka dan kekuatan penemuan ilmiah dalam mengungkap misteri alam. | foto oleh nottsexminer CC BY-SA 2.0 Penemuan tersebut memicu rasa penasaran Talavera untuk mengungkap bagaimana serangga kecil ini bisa sampai ke benua yang salah. Ia kemudian memimpin tim peneliti internasional untuk melacak asal-usul mereka. Mengingat kupu-kupu tidak mungkin dipasangi pelacak GPS karena berat tubuhnya yang ringan, Talavera menggunakan pendekatan detektif molekuler. Tim peneliti mulai menganalisis DNA serta butiran serbuk sari yang masih menempel pada kaki dan tubuh kupu-kupu tersebut untuk mencari petunjuk lokasi perjalanan mereka. Jejak Forensik dari Afrika Analisis genetik yang dilakukan tim peneliti berhasil mematahkan dugaan awal para ilmuwan. Kupu-kupu ini terbukti bukan berasal dari populasi Amerika Utara meskipun wilayah tersebut secara geografis jauh lebih dekat dengan Guyana Prancis. Data DNA menunjukkan keterikatan garis keturunan yang sangat kuat dengan populasi di Eropa dan Afrika. Bukti paling tak terbantahkan ditemukan melalui analisis mikroskopis pada serbuk sari yang menempel di sela-sela bulu halus tubuh mereka. Talavera…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.