Dunia reptil sering kali menyimpan sisi kelam yang sulit diterima oleh logika manusia. Salah satunya adalah fenomena kanibalisme. Selama ini, banyak yang menganggap ular memakan sesamanya sebagai sebuah kelainan perilaku atau kejadian langka akibat stres berat. Namun, sebuah tinjauan ilmiah terbaru terhadap ratusan laporan di seluruh dunia mengungkap fakta yang berbeda. Perilaku ini ternyata bukan sebuah kesalahan alam, melainkan adalah siasat bertahan hidup yang sangat matang. Temuan mengejutkan ini dirangkum dalam penelitian berjudul Occurrence and evolution of cannibal behaviour in extant snakes yang disusun oleh Bruna Falcao dan tim. Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Biological Reviews pada akhir 2025. Para peneliti menemukan bahwa perilaku kanibal pada ular telah muncul secara mandiri setidaknya 11 kali dalam silsilah keluarga mereka. Artinya. memakan sesama jenis adalah solusi yang diambil oleh berbagai jenis ular di berbagai belahan dunia untuk tetap hidup. Bukan Rakus, Tapi Taktis Bagi kita manusia, kanibalisme mungkin terdengar mengerikan. Namun di alam liar, nilai moral tidak berlaku, yang ada hanyalah perhitungan energi. Bruna Falcao, peneliti dari University of São Paulo, Brazil, menjelaskan bahwa perilaku ini sangat taktis. Ular tidak melihat mangsa berdasarkan hubungan kekerabatan. Mereka melihatnya sebagai paket protein yang tersedia saat perut sedang lapar. Ular king kobra (Ophiophagus hannah) sedang memangsa ular (kemungkinan besar ular pipa berekor merah (Cylindrophis ruffus)) di Suaka Margasatwa Lahan Basah Sungei Buloh, Singapura | Foto oleh Lip Kee CC BY-SA 2.0 Penelitian tersebut mengumpulkan data dari 503 kasus kanibalisme yang melibatkan 207 spesies ular. Temuan ini mematahkan anggapan bahwa hanya spesies tertentu seperti kobra yang…This article was originally published on Mongabay
Ular Memakan ular, Siasat Bertahan Hidup Saat Mangsa Mulai Langka
Ular Memakan ular, Siasat Bertahan Hidup Saat Mangsa Mulai Langka





Comments are closed.