Thu,23 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Unik Banget! Spesies Baru Ikan Gobi Udang Ditemukan di Perairan Banyuwangi

Unik Banget! Spesies Baru Ikan Gobi Udang Ditemukan di Perairan Banyuwangi

unik-banget!-spesies-baru-ikan-gobi-udang-ditemukan-di-perairan-banyuwangi
Unik Banget! Spesies Baru Ikan Gobi Udang Ditemukan di Perairan Banyuwangi
service

23 Juli 2026 08.47 WIB • 2 menit

Spesies baru ikan gobi udang (BRIN)


Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi satu spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby) dari perairan Banyuwangi, Jawa Timur. Spesies tersebut diberi nama Tomiyamichthys oriens sp. nov.

Penemuan ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir Nusantara belum sepenuhnya terpetakan dari sisi biodiversitas. Meski berada di wilayah yang telah lama dihuni dan dimanfaatkan masyarakat, masih ada spesies yang belum pernah dikenali secara ilmiah.

Temuan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026 melalui artikel berjudul Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia.

Oriens, Terinspirasi dari Matahari Terbit

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Kunto Wibowo, menjelaskan bahwa penetapan spesies baru dilakukan menggunakan pendekatan taksonomi integratif. Metode ini menggabungkan pengamatan karakter fisik dengan analisis genetik sehingga identifikasi menjadi lebih akurat.

“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru,” ujar Kunto.

Secara morfologi, Tomiyamichthys oriens memiliki sejumlah ciri yang mudah dikenali. Tubuhnya dihiasi lima bercak jingga terang berukuran besar di sepanjang badan, disertai bercak kuning kecil pada bagian kepala. Ikan jantan juga memiliki dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama, karakter yang membedakannya dari spesies lain dalam genus Tomiyamichthys.

Nama oriens diambil dari bahasa Latin yang berarti “timur” atau “matahari terbit”. Penamaan ini terinspirasi oleh warna jingga cerah pada tubuh ikan sekaligus merujuk pada Banyuwangi yang dikenal sebagai The Sunrise of Java.

“Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar,” kata Kunto.

Hidup di Dasar Berpasir Banyuwangi

Hingga saat ini, T. oriens baru diketahui hidup di perairan pesisir Banyuwangi dengan habitat dasar berpasir. Berdasarkan informasi dari nelayan setempat, ikan ini ditemukan di perairan dangkal.

Sebagai anggota kelompok gobi udang, spesies ini diduga memiliki hubungan simbiosis dengan udang penggali liang, seperti banyak kerabat dekatnya. Dalam hubungan tersebut, udang membuat liang sebagai tempat berlindung, sementara ikan gobi berperan sebagai penjaga yang memberi sinyal jika ada predator. Namun, BRIN menyebut hubungan ekologis T. oriens dengan udang tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Deretan Penemuan Baru dari Laut Indonesia

Penemuan Tomiyamichthys oriens bukan satu-satunya kabar menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, tim ilmuwan dalam Ekspedisi Teluk Saleh juga mendeskripsikan spesies baru ikan gobi kerdil dari perairan Teluk Saleh, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Spesies tersebut diberi nama Eviota samota, akronim dari Saleh, Moyo, dan Tambora. Menurut Focal Species Conservation Senior Manager Yayasan Konservasi Indonesia (YKI), Iqbal Herwata, ikan ini ditemukan hidup di celah-celah terumbu karang dangkal pada kedalaman sekitar tiga hingga lima meter.

“Spesies baru itu hanya ditemukan di dua lokasi di Teluk Saleh. Namun, kemungkinan besar spesies itu juga ada di wilayah lain di Indonesia,” ujar Iqbal.

Eviota samota memiliki karakter unik berupa pola pori kanal sensorik pada bagian kepala yang sebelumnya hanya diketahui dimiliki dua spesies lain dalam genus yang sama. Perbedaan pola warna tubuh serta jumlah sinar pada sirip punggung dan sirip anal semakin menegaskan statusnya sebagai spesies baru.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.