Hutan hujan tropis sering kali menyembunyikan bahaya di balik keindahan visualnya. Di antara dedaunan lebat Amerika Selatan, terdapat satu makhluk yang menantang pemahaman kita tentang mekanisme pertahanan hewan. Ia bukan ular berbisa atau kalajengking yang agresif. Ia hanyalah seekor larva ngengat. Namun, Lonomia obliqua memegang rekor dunia sebagai serangga paling beracun bagi manusia hanya melalui sentuhan kulit. Dikenal penduduk lokal Brasil sebagai “Ulat Pembunuh,” hewan ini bertanggung jawab atas krisis kesehatan unik yang disebut lonomisme. Berbeda dengan serangga lain yang menyengat sebagai reaksi pertahanan aktif, Lonomia membunuh secara pasif. Senjatanya adalah ribuan duri runcing atau setae yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Ulat ini memiliki kemampuan kamuflase luar biasa. Tubuhnya yang berwarna cokelat kehijauan sering kali membaur sempurna dengan kulit pohon, membuatnya hampir mustahil terlihat oleh mata telanjang. Struktur duri (setae) pada tubuh Lonomia obliqua yang menyimpan kelenjar racun di dasarnya. Duri yang rapuh ini mudah patah saat bersentuhan dengan kulit, menyuntikkan racun hemotoksik yang memicu pendarahan internal. | Foto: Wikimedia Commons/Bernal Saborio Malapetaka terjadi ketika seseorang tanpa sengaja bersandar pada pohon tempat koloni ini berkumpul. Duri-duri ulat tersebut sangat rapuh. Saat bersentuhan dengan kulit manusia, ujung duri patah dan langsung menyuntikkan racun dari kantung kelenjar di dasarnya ke dalam aliran darah korban. Mengungkap Cara Racun Memanipulasi Darah Bahaya utama dari Lonomia obliqua bukan sekadar rasa sakit akibat tusukan duri, melainkan “pembajakan” biologis yang terjadi di tingkat molekuler. Misteri di balik tingginya angka kematian akibat ulat ini akhirnya terpecahkan melalui penelitian intensif yang dipimpin oleh Instituto Butantan di São Paulo, Brasil, sebuah…This article was originally published on Mongabay
Lonomia Obliqua: Ulat Paling Beracun di Dunia yang Memicu Pendarahan Fatal Jika Disentuh
Lonomia Obliqua: Ulat Paling Beracun di Dunia yang Memicu Pendarahan Fatal Jika Disentuh





Comments are closed.