Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Lonomia Obliqua: Ulat Paling Beracun di Dunia yang Memicu Pendarahan Fatal Jika Disentuh

Lonomia Obliqua: Ulat Paling Beracun di Dunia yang Memicu Pendarahan Fatal Jika Disentuh

lonomia-obliqua:-ulat-paling-beracun-di-dunia-yang-memicu-pendarahan-fatal-jika-disentuh
Lonomia Obliqua: Ulat Paling Beracun di Dunia yang Memicu Pendarahan Fatal Jika Disentuh
service

Hutan hujan tropis sering kali menyembunyikan bahaya di balik keindahan visualnya. Di antara dedaunan lebat Amerika Selatan, terdapat satu makhluk yang menantang pemahaman kita tentang mekanisme pertahanan hewan. Ia bukan ular berbisa atau kalajengking yang agresif. Ia hanyalah seekor larva ngengat. Namun, Lonomia obliqua memegang rekor dunia sebagai serangga paling beracun bagi manusia hanya melalui sentuhan kulit. Dikenal penduduk lokal Brasil sebagai “Ulat Pembunuh,” hewan ini bertanggung jawab atas krisis kesehatan unik yang disebut lonomisme. Berbeda dengan serangga lain yang menyengat sebagai reaksi pertahanan aktif, Lonomia membunuh secara pasif. Senjatanya adalah ribuan duri runcing atau setae yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Ulat ini memiliki kemampuan kamuflase luar biasa. Tubuhnya yang berwarna cokelat kehijauan sering kali membaur sempurna dengan kulit pohon, membuatnya hampir mustahil terlihat oleh mata telanjang. Struktur duri (setae) pada tubuh Lonomia obliqua yang menyimpan kelenjar racun di dasarnya. Duri yang rapuh ini mudah patah saat bersentuhan dengan kulit, menyuntikkan racun hemotoksik yang memicu pendarahan internal. | Foto: Wikimedia Commons/Bernal Saborio Malapetaka terjadi ketika seseorang tanpa sengaja bersandar pada pohon tempat koloni ini berkumpul. Duri-duri ulat tersebut sangat rapuh. Saat bersentuhan dengan kulit manusia, ujung duri patah dan langsung menyuntikkan racun dari kantung kelenjar di dasarnya ke dalam aliran darah korban. Mengungkap Cara Racun Memanipulasi Darah Bahaya utama dari Lonomia obliqua bukan sekadar rasa sakit akibat tusukan duri, melainkan “pembajakan” biologis yang terjadi di tingkat molekuler. Misteri di balik tingginya angka kematian akibat ulat ini akhirnya terpecahkan melalui penelitian intensif yang dipimpin oleh Instituto Butantan di São Paulo, Brasil, sebuah…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.