Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

konsep-sakinah,-mawaddah,-dan-rahmah
Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah
service

Mubadalah.id – Al-Qur’an menjelaskan konsep relasi suami-istri melalui istilah sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagaimana disebut dalam Surat ar-Rum ayat 21.

Ayat tersebut menyatakan bahwa pasangan hidup merupakan tanda kekuasaan Allah dan menjadi sarana terciptanya ketenteraman jiwa. Dalam konteks ini, pasangan diposisikan sebagai tempat berlabuh secara emosional dan psikologis.

Istilah sakinah merujuk pada kondisi ketenangan dan batin yang lahir dari relasi yang sehat. Kondisi tersebut harus suami istri bangun melalui dua unsur utama, yaitu mawaddah dan rahmah.

Kedua istilah ini kerap orang-orang terjemahkan sebagai cinta dan kasih sayang, namun dalam kajian tafsir keduanya memiliki makna yang berbeda.

Mawaddah dapat mereka pahami sebagai cinta yang berorientasi pada kebahagiaan bersama. Ia berkaitan dengan perasaan senang terhadap pasangan karena kehadirannya memberi rasa nyaman dan bahagia.

Sementara itu, rahmah merujuk pada kasih sayang yang berorientasi pada pemberian, yakni keinginan untuk membahagiakan pasangan melalui perhatian, empati, dan kepedulian.

Kehadiran kata baynakum (di antara kalian) dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa mawaddah dan rahmah bersifat timbal balik.

Relasi suami-istri tidak untuk berjalan satu arah. Melainkan berlangsung melalui interaksi dua pihak yang saling memberi dan menerima. Prinsip timbal balik ini menegaskan bahwa keharmonisan rumah tangga tidak hanya bergantung pada satu pihak.

Oleh karena itu, konsep sakinah dalam Al-Qur’an berkaitan erat dengan keseimbangan antara mawaddah dan rahmah.

Dengan begitu, keseimbangan tersebut menjadi fondasi relasi marital yang stabil, karena menghadirkan kombinasi antara rasa cinta, kepedulian, serta tanggung jawab bersama dalam kehidupan rumah tangga. []

Sumber tulisan: Tiga Relasi dalam Perkawinan

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.