Wed,20 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kala 3 Pemudi Indonesia Ikuti Kursus Kepustakaan di Malaysia pada 1970, Asah Ilmu di 3 Perpustakaan Negeri Jiran

Kala 3 Pemudi Indonesia Ikuti Kursus Kepustakaan di Malaysia pada 1970, Asah Ilmu di 3 Perpustakaan Negeri Jiran

kala-3-pemudi-indonesia-ikuti-kursus-kepustakaan-di-malaysia-pada-1970,-asah-ilmu-di-3-perpustakaan-negeri-jiran
Kala 3 Pemudi Indonesia Ikuti Kursus Kepustakaan di Malaysia pada 1970, Asah Ilmu di 3 Perpustakaan Negeri Jiran
service

20 Mei 2026 10.00 WIB • 2 menit

Kala 3 Pemudi Indonesia Ikuti Kursus Kepustakaan di Malaysia pada 1970, Asah Ilmu di 3 Perpustakaan Negeri Jiran


Ilmu Perpustakaan adalah salah satu cabang keilmuan yang sudah berkembang sejak lama. Di Indonesia, ada beberapa universitas di berbagai daerah yang menyediakan bidang keilmuan ini bagi setiap mahasiswa yang berminat untuk mendalaminya.

Ketertarikan akan bidang keilmuan perpustakaan ini sudah ada sejak lama di Indonesia. Mundur beberapa dekade silam, tepatnya pada 1970, ada 3 orang pemudi Indonesia yang dikirim langsung ke Malaysia untuk mengikuti kursus ilmu kepustakaan.

Meskipun berasal dari berbagai lembaga yang berbeda-beda, ketiga pemudi ini menjalani pelatihan ilmu kepustakaan di tiga perpustakaan yang ada di Negeri Jiran. Bagaimana momen saat ketiga pemudi tersebut yang dikirim untuk mengikuti kursus kepustakaan di Malaysia pada 1970 silam?

Kursus Kepustakaan di Malaysia

Dikutip dari artikel “3 Siswazah Indonesia Ikun Kurus Perpustakaan” dalam surat kabar Berita Harian edisi 27 Oktober 1970, terdapat tiga orang pemudi Indonesia yang dikirim ke Malaysia untuk mengikuti kursus kepustakaan di Malaysia pada waktu itu. Ketiga pemudi tersebut adalah Halina Hambali, Siti Salbiah, dan Norsini.

Program ini sendiri merupakan rancangan dari tiga lembaga pada waktu itu, yakni Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Yayasan Asia yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia. Program yang berlangsung selama tiga bulan ini dimulai pada Oktober 1970.

Sebelumnya, ketiga peserta ini sudah mengikuti program pelatihan dokumentasi dan perpustakaan yang diadakan di Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional Indonesia. Program yang dijalani setahun sebelumnya ini juga diadakan selama tiga bulan sejak Oktober 1970.

3 Pemudi dari Lembaga Berbeda

Uniknya, ketiga pemudi yang diberangkatkan ini sebenarnya bukanlah berasal dari satu lembaga yang sama. Halina Hambali diketahui merupakan peserta yang berasal dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Sementara itu, Siti Salbiah merupakan peserta yang berasal dari Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada. Terakhir ada Norsini yang berasal dari Pusat Penelitian Bahan Karet yang ada di Bogor.

Dalam program pelatihan tiga bulan ini, ketiga pemudi tersebut akan disebar ke beberapa perpustakaan yang ada di Negeri Jiran. Di sana mereka akan mendapatkan serta menerapkan ilmu yang didapatkan secara langsung di ketiga perpustakaan tersebut.

Halina Hambali diketahui menjalani latihan kerja di Perpustakaan Universiti Malaya. Sementara itu, Siti Salbiah dan Norsini juga akan menjalani pelatihan di dua tempat berbeda, masing-masing di Perpustakaan Dewan Bahasa dan Pustaka serta Pusat Penyelidekan Getah Jalan Damansara.

Asah Kemampuan di Bidang Perpustakaan

Dalam artikel tersebut disebutkan jika Halina Hambali sebagai salah satu peserta yang terpilih menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena dapat menjalani program tersebut. Halina menyebutkan jika kursus kepelatihan ini bisa menjadi langkah penting untuk perkembangan perpustakaan di Indonesia pada waktu itu.

Tidak hanya itu, Halina menjelaskan jika pelatihan ini juga bisa menjadi kesempatan bagus bagi kedua negara untuk saling berbagi ilmu serta sistem kerja terkait bidang kepustakaan. Dengan demikian, para ahli perpustakaan di Malaysia juga bisa mendapatkan manfaat dari program yang dia jalani tersebut.

“Saya adalah merasa beruntung karena terpilih untuk mengikuti kursus latihan kerja perpustakaan di Malaysian bersama dua teman lainnya,” ucap Halina seperti yang dikutip dari surat kabar Berita Harian.

“Saya akan menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dalam usaha untuk menambah lagi ilmu pengetahuan perpustakaan yang ada pada diri saya untuk menjadi seorang ahli perpustakaan yang benar-benar berpengalaman di masa akan datang,” tambahnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.