Matahari menyinari sawah bertingkat di Datas Pagi. Masyarakat Suku Semende menyebut wilayah ini sebagai ataran atau lanskap sawah yang berada di ketinggian 1.300 mdpl. Letaknya, di kaki Bukit Lumut Balai, bagian Bukit Barisan di Sumatera Selatan. Secara administratif, Datas Pagi masuk wilayah Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim. Namun, sebagian besar orang yang berkebun kopi dan menggarap sawah di sini, berasal dari Desa Muara Tenang, Kecamatan Semende Darat Tengah. “Keluarga tertua yang berkebun di sini sekitar enam generasi,” kata Mang Zakaria (42), petani di Datas Pagi, kelahiran Desa Segamit, namun menetap di Desa Muara Tenang, kepada Mongabay Indonesia, Rabu (15/4/2026). Setiap hari, Zakaria beserta istri dan anaknya terbiasa menempuh perjalanan pulang-pergi dari Muara Tenang ke Datas Pagi dengan sepeda motor. Jaraknya sekitar 42 kilometer, dengan medan turun, naik, dan berkelok. Terkadang saat musim hujan, mereka lebih memilih menginap di dangau atau kebun. “Takut longsor.” Lanskap ataran Datas Pagi yang dihiasi padi hijau. Foto drone: Ariadi Damara/Mongabay Indonesia. Mansir (51), warga Desa Tanjung Tiga, menjelaskan masyarakat sudah menggarap sawah di sekitar Datas Pagi turun temurun, sejak ratusan tahun lalu. Setelahnya, baru masuk kopi sekitar abad ke-19, disusul sayuran sejak tahun 2000-an. “Ada puluhan keluarga berkebun di sini. Dulu, wilayah ini terkenal sebagai penghasil sayur. Tapi sekarang berkurang, berganti kebun kopi.” Saat ini, mayoritas keluarga menggarap lahan sawah dan kopi. Pada pertengahan April, seperti biasanya, padi menghijau. Pada fase ini, sawah nampak sepi karena tidak lagi membutuhkan perawatan intensif, hanya menunggu panen sekitar Juni-Juli. Di sela waktu itu,…This article was originally published on Mongabay
Owa Siamang dan Kelestarian Hutan Bukit Lumut Balai
Owa Siamang dan Kelestarian Hutan Bukit Lumut Balai





Comments are closed.