Dalam hal melindungi kaum muda dari risiko tembakau, sangat penting untuk terlebih dahulu memahami produk apa yang mereka gunakan, seberapa sering mereka menggunakan, dan faktor apa yang mempengaruhi keputusan tersebut. Data dan pemantauan adalah dua alat terpenting yang kita miliki untuk memahami penggunaan tembakau dan nikotin oleh remaja dan dewasa muda, serta untuk menginformasikan tindakan kesehatan masyarakat.
Suzanne Heitfeld-Frieman dan Adriana Dragicevic di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Foundation menyatakan melalui proyek Monitoring Tobacco Product Use di AS dari CDC Foundation, menghasilkan data, mengidentifikasi risiko yang muncul, dan menyediakan data tepat waktu yang diperlukan untuk membantu para profesional kesehatan masyarakat mengambil langkah-langkah untuk mencegah kecanduan.
Pasar tembakau dan nikotin berkembang pesat. Produk, rasa, dan taktik pemasaran baru terus bermunculan, sehingga pemantauan keberlanjutan menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Pekerjaan kami menggabungkan tren penggunaan produk tembakau dan nikotin, produk apa yang digunakan kaum muda dan seberapa sering, bagaimana rasa yang menarik mempengaruhi penggunaan produk-produk ini, dan jenis produk apa yang dipasarkan kepada remaja dan dewasa muda.
Temuan dari Survei Tembakau Remaja Nasional Tahunan 2024 yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menunjukkan bahwa satu dari empat siswa sekolah menengah pertama dan atas yang melaporkan penggunaan rokok elektrik dalam 30 hari terakhir melaporkan penggunaan setiap hari.
Demikian pula, data dari Studi Jaringan Evaluasi Epidemi Tembakau (TEEN+) yang dipimpin oleh CDC Foundation pada tahun 2025 menunjukkan pada hari-hari mereka menggunakan rokok elektrik, 37,7 persen remaja berusia 13-17 tahun dan 43,1 persen dewasa muda berusia 18-27 tahun melaporkan mengonsumsi rokok elektrik mereka lebih dari 10 kali per hari.
Karena penggunaan nikotin yang sering merupakan tanda peringatan kecanduan nikotin, temuan tersebut memberikan wawasan penting. Sekaligus, ini menggambarkan dengan jelas pekerjaan yang harus dilakukan oleh para pembuat kebijakan, pendidik, orang tua, profesional kesehatan, dan masyarakat untuk melindungi remaja dan dewasa muda dari kecanduan nikotin.
Pemasaran dan akses rokok elektronik
Rasa tetap menjadi salah satu pendorong penggunaan rokok elektrik terkuat di kalangan remaja. Menurut data dari Studi TEEN+ pada tahun 2025, 92,5 persen remaja dan dewasa muda yang pernah menggunakan rokok elektrik memulai dengan produk yang tidak memiliki rasa tembakau.
Selain itu, 96,3 persen remaja dan 94,2 persen dewasa muda yang melaporkan penggunaan rokok elektrik saat ini juga melaporkan penggunaan rasa non-tembakau pada tahun 2025. Rasa buah, permen, makanan penutup, mint, dan rasa dingin mendominasi pasar dan merupakan rasa rokok elektrik yang paling umum digunakan di kalangan remaja dan dewasa muda.
Rokok elektrik sekali pakai kini mendominasi sebagian besar produk di pasaran. Produk-produk ini sering mengandung nikotin dalam jumlah besar, dijual dengan harga murah, dan seringkali hadir dalam desain dan rasa yang menarik bagi kaum muda, seperti buah-buahan, manis, atau mint.
Hingga Mei 2026, FDA telah mengizinkan 45 produk rokok elektrik untuk dipasarkan di AS. Namun, sebagian besar produk rokok elektrik, yang kebanyakan beraroma buah, manis, atau mint, dijual tanpa izin dari FDA.
Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada tanggal 31 Mei merupakan pengingat bahwa data dan pemantauan yang kuat tetap penting karena produk tembakau terus berkembang dan dipasarkan untuk menarik kaum muda dan dewasa muda. Dengan memahami produk-produk yang membentuk pasar saat ini dan mendorong daya tariknya, kita dapat merespons dengan lebih efektif dan melindungi generasi ini dan generasi mendatang dari kecanduan nikotin dengan lebih baik.





Comments are closed.