Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Sebut ‘Londo Ireng’, Prabowo buka luka kolonial dalam nuansa adu domba

Sebut ‘Londo Ireng’, Prabowo buka luka kolonial dalam nuansa adu domba

sebut-‘londo-ireng’,-prabowo-buka-luka-kolonial-dalam-nuansa-adu-domba
Sebut ‘Londo Ireng’, Prabowo buka luka kolonial dalam nuansa adu domba
service

Ungkapan “Londo Ireng” yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya silam sedikit banyak menimbulkan pertanyaan.

Di balik kesan bercandanya, frasa ini secara sosiologis dan psikologis menyimpan makna yang lebih dalam tentang bagaimana kritik publik dipandang oleh penguasa.

Sebenarnya dari mana istilah ini berasal? Bagaimana kosa kata yang lahir di lingkungan militer pada abad ke-19 bisa ini berubah menjadi sindiran politik yang dikenal luas hingga kini?

Dalam sejarah Indonesia, “Londo Ireng” merupakan istilah yang awalnya menggambarkan sosok berseragam Belanda dengan kulit hitam. Namun, maknanya kemudian bergeser menjadi sebutan peyoratif bagi orang Indonesia yang dianggap bekerja atau membela kepentingan pemerintah kolonial Belanda sehingga dipandang mengkhianati bangsanya sendiri.

Zwarte Hollanders. https://pagaralampos.bacakoran.co

Dalam berbagai daerah, istilah ini juga digunakan secara lebih luas untuk menyebut “antek penjajah”, “kolaborator”, atau orang yang dianggap lebih membela kepentingan asing daripada kepentingan nasional.

Kehadiran mereka adalah kepingan dari jejak sejarah yang kini pelan-pelan terlupakan. Namun, istilah ‘Londo Ireng’ tidak lantas hilang begitu saja, justru bertransformasi dan masih sering kita dengar hingga hari ini.

Secara tidak sadar, menelusuri sejarah ‘Londo Ireng’ bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan bahan refleksi kritis untuk hari ini. Istilah ini juga menjadi cermin perlawanan simbolis rakyat terhadap para “komprador” atau agen lokal kekuasaan asing.

Dalam kacamata studi pascakolonial, fenomena ‘Londo Ireng’ adalah pengingat betapa dalamnya luka yang ditinggalkan sistem kolonial. Istilah ini mengajarkan kita tentang bagaimana kekuasaan bisa memanipulasi identitas dan mengadu domba sesama warga demi mengamankan kepentingan kekuasaan.

Dalam edisi terbaru Ask the Expert, dosen program studi sosiologi Universitas Nasional, Andi Achdian menegaskan, ucapan ‘Londo Ireng’ pada pidato Prabowo yang lalu memberikan sentimen dengan konsep ‘pengkhianatan’ dengan labeling yang rasis.

Dosen sejarah Universitas Gadjah Mada, Sri Margana juga menambahkan, istilah “Londo Ireng” semestinya tidak terucap dari mulut seorang presiden, apalagi Prabowo sendiri memiliki keluarga yang dulu juga sebagai “Londo Ireng”, sangat disayangankan, karena ini menjadi blunder untuk Prabowo sendiri.

Tonton video wawancara kami di sini:

Umpatan ‘Londo Ireng’ presiden Prabowo.

Tonton video-video seputar sains menarik lainnya hanya di channel YouTube dan TikTok The Conversation Indonesia, jangan lupa ikuti dan berlangganan sekarang juga!

Klik di sini:

YouTube The Conversation Indonesia

TikTok The Conversation Indonesia

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.