Semangka umumnya tumbuh bulat atau sedikit lonjong. Namun, di Jepang ada semangka yang bentuknya nyaris menyerupai kubus. Buah bernama shikaku suika ini terlihat seperti hasil rekayasa genetika, padahal proses pembuatannya jauh lebih sederhana: pertumbuhan buah diarahkan menggunakan cetakan. Gagasan semangka kotak muncul pada era 1970-an dari Tomoyuki Ono, seorang desainer grafis asal Kota Zentsuji, Prefektur Kagawa. Ia merasa semangka bulat sulit disimpan di dalam lemari es. Bentuknya memakan tempat, sukar ditumpuk, dan mudah menggelinding. Tomoyuki kemudian bereksperimen menanam semangka di halaman rumah. Ketika buahnya masih muda, ia memasukkannya ke dalam kotak transparan yang kokoh. Semangka yang terus membesar akan mengikuti ruang di dalam wadah tersebut. Jadi, bentuk kotak itu bukan berasal dari varietas khusus, melainkan hasil manipulasi pertumbuhan fisik. Semangka kotak sebenarnya tidak sepenuhnya bersudut tajam. Bagian tepi dan sudutnya masih memiliki lengkungan. Meski demikian, bentuknya cukup rata sehingga lebih mudah ditumpuk, dipindahkan, dan disimpan tanpa menggelinding. Pada 1978, Tomoyuki memperkenalkan hasil eksperimennya di sebuah galeri seni di Ginza, Tokyo. Buah unik tersebut menarik perhatian masyarakat dan media, lalu mulai dijual di pasar setahun kemudian. Untuk menghasilkan bentuk yang baik, bakal buah ditempatkan dalam cetakan transparan, biasanya berbahan akrilik dengan panjang sisi sekitar 18 sentimeter. Transparansi wadah memastikan buah tetap mendapat cahaya. Selama pertumbuhan, petani harus memantau posisi semangka setiap hari agar corak kulitnya terlihat rapi dan simetris. Retakan kecil saja dapat mengurangi kualitasnya. Proses yang membutuhkan cetakan, tenaga, dan pengawasan ekstra membuat harganya jauh lebih mahal dibandingkan semangka biasa. Di Jepang, satu buah shikaku suika dapat dijual seharga 10.000–20.000…This article was originally published on Mongabay
Bukan Rekayasa Genetik, Lalu Apa Istimewanya Semangka ‘Kotak’ dari Jepang?
Bukan Rekayasa Genetik, Lalu Apa Istimewanya Semangka ‘Kotak’ dari Jepang?





Comments are closed.