Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghajar Pulau Kalimantan. Catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), sejak Januari hingga Juli 2026, terdapat 34.262 titik panas (hotspot), dan 33.837 hektar area terbakar, menjadikan pulau ini episentrum bencana itu. Padahal, musim kemarau belum mencapai puncaknya. Secara keseluruhan, terdapat 118.420 hotspot di seluruh Indonesia dengan luas indikatif kebakaran mencapai 107.649 hektar. Di Borneo, Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat hotspot tertinggi, 17.236 titik, dengan luas kebakaran sekitar 28.680 hektar. Titik panas dan kebakaran juga melanda provinsi lain, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Utara (Kaltara). Walhi juga mencatat peningkatan hotspot yang tajam sepanjang Juli 2026. Periode April-Juni hotspot tidak pernah melampaui 74 titik per bulan, namun melonjak signifikan pada Juli menjadi 615 hotspot. Kenaikan mencolok juga terjadi di Kalbar dengan 778 hotspot, atau sekitar 65% total hotspot skala tinggi di Kalimantan. Kobaran api melalap sebuah pondok milik warga saat karhutla terjadi di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru. Relawan berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas. Foto: Riyad Dafhi Rizki/Mongabay Indonesia. Dominan di konsesi perusahaan? Fakta penting temuan Walhi, sebagian besar hotspot di Kalimantan berada di konsesi perusahaan. Dari total 34.262 hotspot, sebanyak 25.524 titik atau sekitar 74% berada di area berizin. “Rinciannya, 10.739 hotspot berada di konsesi perkebunan sawit, 7.880 konsesi pertambangan, dan 6.905 di perizinan berusaha pemanfaatan hutan,” kata Uli Arta Siagian, Koordinator Pengkampanye Walhi Nasional, akhir Juli. Untuk itu, masalah karhutla tidak bisa pisah dari tata kelola perizinan dan lemahnya penegakan hukum pada perusahaan. Negara pun gagal…This article was originally published on Mongabay
Ketika Kebakaran Hutan dan Lahan Menggila di Kalimantan
Ketika Kebakaran Hutan dan Lahan Menggila di Kalimantan





Comments are closed.