Thu,6 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. BMKG Ingatkan Lagi soal Kemarau, Karhutla dan Kekeringan

BMKG Ingatkan Lagi soal Kemarau, Karhutla dan Kekeringan

bmkg-ingatkan-lagi-soal-kemarau,-karhutla-dan-kekeringan
BMKG Ingatkan Lagi soal Kemarau, Karhutla dan Kekeringan
service

Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Berdasarkan monitoring dinamika atmosfer dan laut terkini oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau tahun ini bakal jauh lebih kering, datang lebih awal, dan berlangsung dengan durasi lebih panjang dari kondisi normal. “Terdapat peluang 50% hingga 60% El Nino dengan maksimal kategori moderat mulai pertengahan tahun, dan musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dari kondisi biasanya,” kata Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, dalam konferensi pers, Rabu, (10/6/26). Kondisi ini terpicu fenomena ganda, yaitu, menguatnya El-Nino di Samudra Pasifik yang berpeluang mencapai kategori moderat hingga kuat, serta potensi aktifnya Indian Ocean Dipole (IOD) positif di Samudra Hindia. Kombinasi kedua fenomena global ini secara signifikan akan menekan pertumbuhan awan dan memangkas curah hujan di sebagian besar wilayah nusantara. Berdasarkan analisis zona musim (ZOM), satuan wilayah berdasarkan karakteristik curah hujan homogen dengan referensi periode normal klimatologi (1991–2020), awal musim kemarau tahun ini datang lebih cepat. Tercatat,  308 zona musim atau setara 39,77% luas daratan Indonesia mengalami awal kemarau maju dari jadwal semestinya. Hingga akhir Mei, sebanyak 200 ZOM (11,83% daratan) sudah memasuki musim kemarau, meliputi sebagian Sumatera sampai Papua. Disusul 198 ZOM pada Juni dan 66 ZOM pada Juli. Secara umum, watak kemarau 2026 berada di bawah normal atau jauh lebih kering, mencakup 482 zona musim (56,18% daratan). Wilayah-wilayah terdampak sangat kering ini meliputi seluruh Pulau Jawa, sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Bali, NTB, sebagian NTT, Sulawesi, Maluku, hingga Pulau Papua. Ardhasena katakan, masa-masa paling kritis dari siklus kering ini akan terjadi pada pertengahan hingga akhir kuartal…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.