Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Dua Spesies Burung Beracun Baru Ditemukan, Dagingnya Terasa Membakar seperti Cabai

Dua Spesies Burung Beracun Baru Ditemukan, Dagingnya Terasa Membakar seperti Cabai

dua-spesies-burung-beracun-baru-ditemukan,-dagingnya-terasa-membakar-seperti-cabai
Dua Spesies Burung Beracun Baru Ditemukan, Dagingnya Terasa Membakar seperti Cabai
service

Tim peneliti dari Universitas Kopenhagen dan Museum Sejarah Alam Denmark menemukan dua spesies burung beracun baru selama ekspedisi ke pegunungan hutan hujan Papua Nugini. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Molecular Ecology pada 2023 dan menjadi catatan penting karena tidak ada spesies burung beracun baru yang ditemukan dalam lebih dari dua puluh tahun terakhir. Dua spesies yang dimaksud adalah kancilan obuhai, atau regent whistler (Pachycephala schlegelii) dan rufous-naped bellbird (Aleadryas rufinucha). Keduanya termasuk burung yang umum dijumpai di kawasan tersebut, sehingga sifat beracun pada bulu dan kulitnya baru terungkap setelah dilakukan analisis laboratorium terhadap sampel yang dikumpulkan di lapangan. Racun yang ditemukan pada kedua burung ini adalah batrachotoxin, salah satu neurotoksin paling kuat yang diketahui sains. Nama batrachotoxin berasal dari bahasa Yunani batrachos yang berarti katak, karena senyawa ini pertama kali diidentifikasi pada katak panah beracun (poison dart frog) di Amerika Tengah dan Selatan. Batrachotoxin diketahui sekitar 250 kali lebih toksik dibanding strychnine, dan pada konsentrasi tinggi seperti yang ditemukan di kulit katak emas beracun (golden poison frog), racun ini dapat menyebabkan kejang otot hebat dan kegagalan jantung dalam hitungan menit setelah kontak. Diagram hasil penelitian yang memetakan keragaman burung beracun di Papua Nugini. (a) Pohon filogenetik famili burung yang diuji kandungan batrachotoxin (BTX)-nya, dengan famili beracun ditandai huruf tebal, termasuk dua spesies yang baru diketahui beracun (kancilan obuhai dan rufous-naped bellbird). (b) Peta panas kadar BTX pada bulu tiap individu burung. (c) Struktur kimia enam turunan BTX yang ditemukan. (d) Jejaring molekuler yang mengonfirmasi keterkaitan antarturunan BTX tersebut. Ilustrasi burung:…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.