Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kejutan dari Ngengat Spesies Baru Papua dan Sulawesi

Kejutan dari Ngengat Spesies Baru Papua dan Sulawesi

kejutan-dari-ngengat-spesies-baru-papua-dan-sulawesi
Kejutan dari Ngengat Spesies Baru Papua dan Sulawesi
service

Di dunia fiksi, ngengat memiliki reputasi yang buruk. Misalnya, dalam film The Silence of the Lamb, ngengat spesies Acherontia atropos digunakan sebagai jejak pelaku pembunuhan berantai. Ada gambar tengkorak di punggungnya, seolah-olah ngengat itu mewakili kabar gelap. Namun di dunia nyata, ngengat bukanlah makhluk perlambang kematian. Mereka justru pahlawan malam yang diam-diam menjaga keseimbangan ekosistem. Tugasnya di alam antara lain menyerbuki bunga yang mekar malam hari, menggantikan kupu-kupu yang bertugas siang hari. Di Indonesia, dua spesies ngengat baru ditemukan, awal Maret 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menamai mereka Glyphodella fojaensis dan Chabulina celebesensis. Tidak ada gambar tengkorak di punggungnya. Namun yang ada lebih berupa bintik dan garis geometris sederhana pada sayap. Meski begitu, tidak berarti dua ngengat baru ini tidak cukup menarik perhatian. “Glyphodella fojaensis, spesies baru, merupakan satu-satunya spesies dari genus ini yang ditemukan di Indonesia, sedangkan pada genus Chabulina terdapat tiga spesies: C. celebesensis, spesies baru, C. onychinalis, dan C. tenera,” tulis Hari Sutrisno dan Rosichon Ubaidillah, keduanya peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, BRIN, dalam jurnal Raffles Bulletin of Zoology. Inilah ngengat jenis baru dari Papua dan Sulawesi. Foto: Dok. BRIN Laporan penelitian mereka terbit Februari 2026, dengan judul “Description of two new endemic species of the closely related genera, Glyphodella and Chabulina Shaffer & Munroe, 2007, from Indonesia (Lepidoptera: Crambidae: Spilomelinae).” Hari Sutrisno adalah guru besar riset di bidang zoologi di BRIN yang memiliki pengalaman panjang terkait penelitian ngengat di Indonesia. Sementara Rosichon Ubaidillah merupakan guru besar dan peneliti senior, serta pakar taksonomi…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.