Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

kesehatan-reproduksi-perempuan-masih-menghadapi-berbagai-persoalan
Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan
service

Mubadalah.id — Isu kesehatan reproduksi masih menjadi persoalan serius yang dihadapi masyarakat hingga 2024. Berbagai tantangan terus muncul, mulai dari meningkatnya kasus HIV/AIDS hingga belum optimalnya pemenuhan layanan keluarga berencana (KB), yang berdampak langsung pada kehidupan perempuan, khususnya usia produktif.

Salah satu persoalan yang muncul adalah perubahan tren penderita HIV/AIDS. Kasus HIV semakin banyak menimpa perempuan usia produktif.

Di sejumlah daerah, terutama wilayah yang banyak mengalami migrasi sirkuler akibat kemiskinan desa, laki-laki kerap bekerja ke luar daerah dan kembali ke rumah dalam kondisi terpapar penyakit.

Akibatnya, istri—perempuan yang selama ini hidup setia dan tidak memiliki faktor risiko—ikut terinfeksi HIV tanpa mengetahui sumber penularannya.

Selain itu, HIV juga ditemukan pada kelompok remaja, terutama akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian di kalangan pengguna narkoba suntik (injecting drug users). Atas nama solidaritas, para pengguna kerap mengabaikan risiko kesehatan yang ditimbulkan. Sehingga memperbesar potensi penularan penyakit.

Di sisi lain, persoalan angka kematian ibu (AKI) masih menjadi perhatian. Meski pemerintah menyatakan terjadi penurunan AKI hingga sekitar 207 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih menuai keraguan dari berbagai pihak.

Hal ini mengingat target pembangunan global yang hingga 2024 tetap menempatkan penurunan AKI sebagai indikator penting dalam agenda pembangunan kesehatan dan kesejahteraan perempuan.

Pemenuhan layanan KB juga belum optimal. Setelah keberhasilan pengendalian pertumbuhan penduduk pada masa Orde Baru, persoalan serupa kembali muncul.

Salah satu dilema utama adalah anggapan bahwa layanan kontrasepsi sepenuhnya merupakan pilihan bebas pasangan, sehingga peran pemerintah cenderung pasif. Atas nama hak asasi manusia, kontrasepsi juga tidak boleh kita paksakan.

Namun, dalam situasi di mana perempuan tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan atas tubuh dan reproduksinya. Kondisi tersebut justru memperparah kerentanan perempuan.

Ketiadaan layanan memadai, keterbatasan ekonomi rumah tangga, dan lemahnya posisi tawar perempuan membuat kebutuhan dasar terhadap kontrasepsi sulit terpenuhi.

Sumber tulisanBuku Kisah Perempuan: Pengalaman Siklus Kehidupan Reproduksi Perempuan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.