Mon,3 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kucing Pallas: Sang Kucing Paling Cemberut yang Menghuni Ekosistem Paling Keras di Bumi

Kucing Pallas: Sang Kucing Paling Cemberut yang Menghuni Ekosistem Paling Keras di Bumi

kucing-pallas:-sang-kucing-paling-cemberut-yang-menghuni-ekosistem-paling-keras-di-bumi
Kucing Pallas: Sang Kucing Paling Cemberut yang Menghuni Ekosistem Paling Keras di Bumi
service

Dunia satwa liar penuh dengan spesies yang memiliki penampilan menawan, menakutkan, hingga menggemaskan. Di antara beragam spesies kucing liar, ada satu yang memikat perhatian dunia bukan karena aumannya yang keras atau larinya yang cepat, melainkan karena raut wajahnya yang unik. Hewan ini secara populer sering disebut sebagai kucing paling cemberut di dunia. Kucing Pallas (Otocolobus manul) atau manul memiliki ekspresi wajah yang tampak selalu marah, kesal, atau tidak puas. Bentuk wajah ini dipengaruhi oleh anatomi kepala mereka. Telinga mereka berukuran pendek dan terletak rendah di sisi kepala. Dahi mereka datar. Pupil mata mereka berbentuk bulat, berbeda dengan kucing domestik yang umumnya memiliki pupil vertikal. Tampilan fisik ini memberi kesan mereka sedang menatap tajam kepada siapa saja yang melihatnya. Wajah Cemberut yang Tersembunyi di Ketinggian Kucing Pallas adalah penduduk asli padang rumput stepa dan daerah pegunungan berbatu di wilayah Asia Tengah. Bulu mereka tebal untuk menahan suhu beku yang ekstrem, membuat tubuh mereka terlihat lebih besar dan gempal dari aslinya. Ukuran tubuh mereka sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kucing peliharaan biasa di rumah, dengan berat sekitar dua hingga lima kilogram. Kucing Pallas (Otocolobus manul) berdiri di atas bebatuan, memperlihatkan tubuhnya yang gempal akibat bulu tebal dan kaki pendeknya . Foto: Dick Smit (CC BY-SA). Pada tahun 2022, sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Cat News melaporkan bukti genetik keberadaan Kucing Pallas di Taman Nasional Sagarmatha, kawasan Everest, Nepal. Sampel dikumpulkan pada ekspedisi 2019 oleh tim peneliti dari Wildlife Conservation Society. Para ilmuwan mendeteksi DNA lingkungan atau eDNA hewan ini dari sampel…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.