Mon,3 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Nikel Raja Ampat, Greenpeace Desak Industri Otomotif Telusur Rantai Pasok

Nikel Raja Ampat, Greenpeace Desak Industri Otomotif Telusur Rantai Pasok

nikel-raja-ampat,-greenpeace-desak-industri-otomotif-telusur-rantai-pasok
Nikel Raja Ampat, Greenpeace Desak Industri Otomotif Telusur Rantai Pasok
service

  “Protect Raja Ampat, Stop Dirty Energy” “Is Your Car Powered by Forest Destruction?”  “Just Transition Energi Now” “Tramsisi energi tanpa merusak hutan” Begitu antara lain spanduk para aktivis Grenpeace Indonesia bentangkan dalam aksi damai saat Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekan tombol pembukaan gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di BSD Tangerang, Banten, Kamis (30/7/26). Mereka suarakan lewat pelbagai poster ajakan melindungi Raja Ampat dari tambang nikel di depan gedung pertemuan GIIAS. “Raja Ampat belum benar-benar terlindungi dari industri ekstraktif! Nikel dari PT Gag terindikasi mengalir pada industri Weda Bay Nikel, kemudian terindikasi mengalir pada perusahaan baterai dan mobil listrik,” kata Arie Rompas, Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace. Dia mendesak,  perusahaan kendaraan listrik segera membuka data rantai pasok mereka. Brand otomotif, katanya, harus menjamin rantai pasok mereka tidak berasal dari perusakan pulau-pulau kecil dan hutan. “Kami juga mengajak konsumen untuk terus mempertanyakan produk mobil listrik apakah itu betul-betul ramah lingkungan.” Aksi damai Greenpeace Indonesia di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di BSD Tangerang, Banten, Kamis (30/7/26). Foto: Achmad R Muazam/Mongabay Indonesia Raja Ampat belum bebas tambang nikel Lebih setahun lalu, pemerintah cabut empat izin usaha pertambangan (IUP) tambang nikel di Raja Ampat karena desakan publik.  Meski begitu, Raja Ampat belum bebas dari tambang nikel. Satu izin tambang, PT Gag Nikel (Gag), terus lanjut di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Anak perusahaan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk itu menguasai konsesi seluas 13.136 hektar, mencakup seluruh daratan pulau dan separuh perairan. Pulau Gag merupakan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.